jongnyangje bongtu (종량제 봉투)
Di Korea, sampah cuma boleh dibuang pakai kantong resmi yang dijual pemerintah daerah. Harga kantongnya ya itu biaya pengolahan sampahnya, jadi kamu bayar sesuai yang kamu buang.
Sistem ini diuji coba di 33 wilayah mulai April 1994, lalu berlaku nasional Januari 1995. Menjelang mulai berlaku, ada orang yang sampai buang barang yang masih bagus mumpung masih gratis. Kantongnya dijual di minimarket dekat rumah dan convenience store, dan sampah yang ditaruh di kantong plastik biasa nggak bakal diangkut. Kalau buang sembarangan, petugas bisa ngecek CCTV, struk belanja, bahkan label paket di dalam sampahmu buat melacak pelakunya lalu kasih denda.
Yang paling bikin bingung orang asing: tiap kota, kabupaten, dan distrik punya kantong sendiri. Desain dan harganya beda-beda, jadi kalau pindah rumah, sisa kantong lamamu nggak bisa dipakai kecuali kamu minta stiker waktu lapor pindah atau tukar dengan kantong daerah baru. Kota besar seperti Seoul dan Daegu memang menerima kantong antar-distrik di wilayahnya, tapi rencana supaya kantong bisa dipakai di seluruh negeri udah bertahun-tahun jalan di tempat. Selisih harganya juga jauh: kantong 20 liter rata-rata sekitar 490 won di Seoul, yang paling murah di kisaran 100-an won, yang paling mahal di kisaran 900-an won. Meski begitu, harga kantong itu belum sampai 30% dari biaya asli pengolahan sampahnya.
Kantong ini praktis dokumen resmi. Pemda sendiri yang menyimpan pelat cetaknya biar nggak dipalsukan, dan pemalsuannya dihukum sebagai pemalsuan dokumen negara. Versi yang bisa dipakai ulang dan ada pegangannya dipakai jadi tas belanja di supermarket, lalu langsung jadi kantong sampah. Barang daur ulang dibuang tanpa kantong lewat pemilahan sampah, sedangkan sisa makanan dibuang terpisah sebagai sampah makanan, pakai kantong khusus atau tempat sampah yang dibuka dengan kartu. Jebakan klasiknya: tulang ayam, kulit telur, dan kantong teh itu sampah umum, bukan sampah makanan.
Maret 2026, berita soal pasokan nafta, bahan baku kantong ini, yang katanya seret memicu aksi borong besar-besaran. Ini yang pertama sejak 1995: kantong langsung habis begitu masuk convenience store, dan banyak toko mulai membatasi jumlah pembelian per orang. Pemerintah minta warga tenang karena pasokan aman dan harga nggak naik. Buat kamu yang mulai hidup di Korea dari kamar gosiwon atau studio sewa bulanan, kantong ini salah satu ujian pertamamu.