
Decision to Leave
Film romance-noir Park Chan-wook tentang detektif yang jatuh hati pada perempuan yang sedang dia selidiki. Menang Sutradara Terbaik di Cannes, dan satu kata keterangan, 'akhirnya', jadi kata viral tahun itu di Korea.
Rilis 2022, ini film panjang pertama Park Chan-wook sejak The Handmaiden enam tahun sebelumnya. Seorang pria jatuh dari puncak gunung dan tewas, lalu detektif Hae-jun (Park Hae-il) bertemu istrinya, Seo-rae (Tang Wei). Dia nyaris nggak bereaksi, jadi langsung masuk daftar tersangka, dan makin sering Hae-jun mengintai dan menginterogasinya, makin kabur batas antara curiga dan terpikat. Kerangkanya drama polisi, tapi isinya melodrama klasik.
Awalnya cuma email bolak-balik antara Park dan penulis skenario Jeong Seo-kyeong, dua-duanya ngotot nggak bisa nulis kisah cinta sampai tiba-tiba ceritanya sudah jadi. Bikin Seo-rae keturunan Tiongkok itu ide Jeong, alasannya simpel: biar bisa ngajak Tang Wei. Mereka menghubunginya sebelum naskah selesai karena nggak ada pemeran lain yang kebayang. Hae-jun sendiri sejak draf pertama disebut 'orang kayak Park Hae-il'. Dia kebalikan polisi sangar ala film Korea: jasnya punya dua belas saku, selalu bawa tisu basah, dan nggak pernah memaki.
Ada wajah kejutan juga. Komedian Kim Shin-young main sebagai detektif junior dengan peran yang lumayan besar. Park sendirian meyakinkan kru yang lain menolak, dan kabar ini dirahasiakan sampai pemutaran di Cannes. Waktu Bong Joon-ho dengar, katanya dia ngaku punya folder khusus berisi klip akting Kim Shin-young.
Karena adegan kekerasan dan telanjang dikurangi banyak, ini film Park pertama dalam 16 tahun yang dapat rating 15 tahun ke atas. Ditanya soal itu di Cannes, dia bilang sutradara lain nggak bakal ditanya begitu. Gantinya, detailnya padat banget. Aplikasi penerjemah, rekaman suara, sampai panggilan Siri menggerakkan cerita, sampai konon iPhone penonton ikut menjawab di bioskop. Gaun Seo-rae kelihatan biru atau hijau tergantung cahaya, trik supaya dia tetap samar antara pembunuh dan korban, dan beneran dibuat dua gaun. Durasi 138 menit pun angka yang punya arti di dalam cerita.
Pemicunya justru lagu. Park lagi dengerin YouTube autoplay dan ketemu versi cover laki-laki dari 'Kabut', balada lawas Jung Hoon-hee, lalu seluruh film langsung kebayang. Penyanyi Song Chang-sik sempat menolak rekaman karena baru operasi pita suara, jadi Park dan Jung datang mendadak ke kafe live miliknya dan menyelipkan 'Kabut' sebagai request. Akhirnya dua legenda itu merekam duet untuk kredit penutup.
Sekitar 1,91 juta orang menontonnya di bioskop Korea, tapi yang paling awet justru rasa galaunya. Kata 'machimnae' (akhirnya) dari bahasa Korea Seo-rae yang agak kaku, jumlah sebutannya di Twitter jadi dua kali lipat setelah rilis, dan judulnya jadi template meme, misalnya 'keputusan buat putus dari paket data yang kemahalan'. Buku skenarionya nangkring di nomor satu best seller cuma dari pre-order. Pabrik kalimat ikonik, pokoknya.
Daftar penghargaannya panjang. Setelah Cannes, film ini hampir menyapu bersih Blue Dragon Film Awards (Film Terbaik, Sutradara, dua pemeran utama, dan lainnya) dan meraih hadiah utama film di Baeksang Arts Awards. Sebagai wakil Korea ke Oscar, film ini masuk shortlist 15 film internasional dan dapat nominasi Golden Globe serta BAFTA, tapi nominasi Oscar pertama untuk Korea sejak malam kemenangan Parasite nggak kesampaian. Meski begitu, film ini masuk daftar film favorit 2022 Barack Obama dan 20 film terbaik tahun itu versi BBC.
Subtitle bahasa Inggrisnya digarap Darcy Paquet, penerjemah Parasite, yang mengubah kata kuncinya jadi 'At last'. Soal judul, Park bilang kata 'keputusan' saja sudah memberi kode bakal gagal. Kayak setiap 'keputusan buat diet' yang pernah kamu buat.