Kasus scooter listrik SUGA
Agustus 2024, SUGA BTS yang lagi menjalani wajib militer sebagai petugas layanan sosial ketahuan habis minum lalu jatuh dari scooter listrik di depan rumahnya. Kasusnya berakhir dengan denda 15 juta won lewat putusan singkat, tapi banjir berita salah di tengah jalan bikin kasus ini jadi potret gimana media hiburan Korea bekerja.
Kejadiannya malam 6 Agustus di Yongsan, Seoul. Habis minum waktu makan malam, SUGA naik scooter listrik dari studio pribadinya yang jaraknya sekitar 500 meter ke rumah, lalu kehilangan keseimbangan waktu parkir di depan gerbang dan jatuh sendiri. Polisi yang lagi di dekat situ datang mau bantu, nyium bau alkohol, dan hasil tesnya di atas batas pencabutan SIM. Nggak ada yang luka dan nggak ada barang yang rusak.
Timingnya bikin berat. Dia baru selesai pelatihan dasar militer di Maret 2024 dan lagi menjalani wajib militer sebagai petugas layanan sosial. Member BTS lagi masuk militer satu per satu dan seluruh grup lagi dalam masa hiatus wamil, jadi dampaknya kerasa lebih besar. Tapi Badan Wajib Militer Korea bilang kejadiannya di luar jam tugas dan nggak ada hubungannya dengan dinasnya, jadi nggak ada perpanjangan masa dinas atau sanksi dari sisi itu.
Yang bikin makin heboh justru pernyataan pertamanya. Tanggal 7 Agustus, agensinya Big Hit Music (di bawah HYBE) dan SUGA sendiri minta maaf dengan bilang dia naik "kickboard listrik" dan urusannya sudah selesai dengan denda tilang plus SIM dicabut. Tapi polisi langsung nyebut itu scooter listrik yang ada joknya. Di hukum lalu lintas Korea bedanya gede banget: mabuk naik alat mobilitas pribadi kayak kickboard cuma kena tilang 100.000 won, tapi kalau masuk kategori sepeda motor kecil, perlakuannya sama kayak mobil dan bisa kena pidana. Alat yang dia pakai ternyata model lipat seberat 25 kg dengan kecepatan maksimal 30 km/jam. Yang pertama kali bilang ke media kalau itu kickboard sebenarnya polisi sendiri, tapi publik keburu nganggep SUGA mau ngecilin kasusnya. Besoknya agensi ngeluarin pernyataan kedua, minta maaf lagi dan ngaku salah paham ngira kasusnya udah beres.
Lalu berita salah bermunculan. Rekaman CCTV yang ditayangin JTBC sebagai SUGA ternyata orang lain yang lewat di sisi jalan seberang, dan berita lain yang bilang dia nabrak trotoar juga nggak benar. JTBC minta maaf secara resmi di program beritanya dan belakangan kena sanksi berat dari komisi standar penyiaran Korea. Laporan yang disusun ARMY internasional ngitung lebih dari 270.000 artikel soal kasus ini, dan cuma sebagian kecil yang berdasar fakta. Makanya pertanyaan soal seberapa bisa media dipercaya ramai sampai di luar fandom.
Tanggal 23 Agustus SUGA datang ke kantor polisi Yongsan dan harus berdiri di depan kamera wartawan di "photo line", hal yang jarang banget buat kasus yang ujungnya cuma denda, jadi ikut dikritik. Dua hari kemudian dia nulis permintaan maaf kedua dengan tangan, ngakuin salah karena naik scooter di trotoar habis minum, dan minta maaf juga karena pernyataan pertamanya bikin bingung. Kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan tanpa penahanan, lanjut ke dakwaan singkat, dan 27 September pengadilan ngeluarin putusan denda 15 juta won tanpa sidang formal. Di negara yang terkenal keras soal hukuman nyetir mabuk, dia jalanin minta maaf dan hukumannya dua-duanya.
Fandom sempat terbelah. Karangan bunga duka dan truk protes yang nuntut dia keluar muncul di depan gedung HYBE, tapi akun penggeraknya ketahuan terkait fandom grup lain. Berita soal "SUGA challenge", foto pose sambil pegang alkohol yang katanya lagi tren di fans luar negeri, juga terbongkar sebagai rekayasa antifans. Kebanyakan ARMY ada di posisi: dia salah, tapi disuruh keluar itu kelewatan, lalu mereka bikin "BTS is 7" dan #SugaStays trending lewat serangan hashtag bareng. SUGA lanjut dinas sampai selesai di Juni 2025. Cerita lebih besar soal wamil para member berlanjut di BTS dan perdebatan wajib militer.