WOOZI
Produser utama SEVENTEEN sekaligus leader vocal team, orang yang nulis hampir semua lagu grupnya. Berkat dia, istilah 'idol self-producing' beneran ada isinya.
Nama aslinya Lee Ji-hoon, lahir di Busan tahun 1996. Kenalan pertamanya sama musik justru lewat klarinet. Pasangan pemilik tempat les bahasa Inggrisnya ngajarin dia berbagai alat musik, dan dia ikut lomba klarinet sampai SMP. Belajar bahasa Inggris lewat lagu pop bikin dia suka nyanyi. Dia ikut audisi cuma buat ngetes kemampuan, lolos dari persaingan 300 banding 1, lalu pindah ke Seoul dan masuk PLEDIS tahun 2011. Dia satu-satunya member yang jadi trainee lewat audisi terbuka. Awalnya dia bilang nama WOOZI artinya 'bertemu kebijaksanaan' dalam hanja, padahal aslinya dari panggilan staf, 'uri Jihoon-i', Jihoon kita.
Nulis lagu dimulai secara kebetulan. Teman trainee bawa MacBook ke ruang latihan, Woozi nemu GarageBand, terus keasyikan. Agensi lihat bakatnya dan ngasih tugas bikin album grup ke anak yang bahkan belum debut. Adore U, yang dia garap sejak kelas 3 SMA, ngalahin lagu-lagu dari komposer terkenal dan jadi lagu debut. Tekanannya berat banget: masa depan dua belas orang bergantung ke lagunya. Dia sempat nangis waktu ngomongin ini di reality show pra-debut, dan waktu Pretty U menang trofi music show pertama tahun 2016, dia nangis sampai nggak bisa berdiri tegak. Karena dia terkenal jarang nangis, momen itu nempel banget di ingatan fans.
Dia inti dari kenapa SEVENTEEN disebut idol self-made. Sekitar rilis Semicolon tahun 2020, dia jadi idol termuda yang mendaftarkan lebih dari 100 lagu di KOMCA, lembaga hak cipta musik Korea, dan sekarang udah jauh lewat 200, salah satu yang terbanyak di antara idol K-pop. Dia juga ngarahin rekaman, ngisi chorus, sampai nyanyi guide track; efeknya disebut para member 'Woozi buff'. Di kredit lagu namanya ditulis WOOZI. Dia pernah bilang pembagian part diputuskan bareng staf, dan dia nggak ikut campur soal part dia sendiri.
Posisinya di grup adalah leader vocal team dan lead vocal, dengan suara jernih kayak anak laki-laki dan nada tinggi yang katanya dia sendiri nggak tahu batasnya. Waktu trainee, dance-nya cukup jago sampai sempat didorong ke performance team, dan HOSHI masih suka bercanda kalau mereka dulu ngincer dia. Mereka berdua akrab gara-gara nyanyi bareng lagu pembuka anime Full Moon wo Sagashite, lalu belakangan jadi unit HOSHI X WOOZI.
Karakternya juga kuat. Killing part 'yuhu' di lagu debut, badan mungil, dan rambut pink bikin dia jadi pintu masuk banyak fans, dan kulitnya putih banget sampai staf pun manggil dia Heendungi, kira-kira 'si Putih'. Disuruh aegyo dia menderita beneran, nggak suka dipeluk, tapi selalu duluan traktir makan member: tsundere sejati. Dia termasuk yang paling banyak makan di grup yang terkenal doyan makan, dan punya kebiasaan membalik nasi instan biar cepat dingin. Masa kecilnya nempel sama channel kartun Tooniverse, makanya dijuluki 'komposer terbaik yang dibesarkan Tooniverse', dan outro Very Nice memang terinspirasi dari opening anime. Tahun 2022 dia live enam jam sampai subuh bikin turnamen anime jadul. Dia juga terkenal mirip SUGA, dan RM pernah bercanda kalau mereka ketemu, salah satu harus menghilang.
Lagu solo yang dia bikin cuma buat konser, What Kind of Future (어떤 미래), jadi trending nomor satu Twitter tahun 2019, setahun setelah konsernya, dan fans terus minta sampai akhirnya dirilis resmi tahun 2024. Tahun 2022 dia rilis mixtape Ruby. Di Caratland 2023 dia nangis tiga malam berturut-turut waktu nyanyi Circles (돌고 돌아). Dia akrab sama AKMU dan CHANYEOL, yang katanya nyambung soal musik. Dia masuk wajib militer angkatan darat bulan September 2025 untuk wamil, dan CARAT lagi ngitung hari selama hiatus wamil.