decodeK

Idol yang menulis lagunya sendiri

Kejadian2015-05Produksi sendiriGenerasi ketigaPergeseran pandangan

Makin banyak grup yang bikin lagu dan koreografinya sendiri, dan kritik lama bahwa idol cuma produk buatan agensi jadi nggak semudah itu dilontarkan.

Serangan ke idol dulu selalu sama bentuknya: lagu ditulis komposer, dance dibikin koreografer, konsep diatur agensi, member cuma pinjam muka. Retakan pertama muncul di generasi kedua. G-DRAGON menulis Lies untuk BIGBANG tahun 2007 dan membawa grupnya ke puncak, jadi namanya selalu disebut paling awal tiap cerita ini dibahas. Kalau mundur lebih jauh lagi, ada Seo Taiji and Boys yang membalik industri pakai lagu sendiri di 1992, tapi waktu itu masih di luar kotak idol.

Titik balik yang sebenarnya adalah debut SEVENTEEN di Mei 2015. Tiga belas member dibagi jadi tiga unit, vocal, performance, dan hip-hop: musik dipegang leader vocal team WOOZI, panggung dipegang leader performance team HOSHI, dan hip-hop dipimpin S.COUPS. Awal mula WOOZI jadi komposer tuh gemes banget. Waktu trainee, dia nemu GarageBand di MacBook yang dibawa Wonwoo ke ruang latihan, iseng dimainin, lalu ketagihan. Lagu debut Adore U yang sudah dia garap sejak kelas 3 SMA bersaing langsung dengan lagu dari komposer profesional ternama, dan menang jadi lagu utama. Katanya orang PLEDIS sampai menyebut dia hujan di tengah kemarau. Jadi julukan idol self-produced itu bukan strategi marketing, tapi tumbuh dari situ.

Bebannya nggak ringan. Menjelang debut, agensi bilang ke mereka untuk bikin album sendiri, dan WOOZI yang merasa masa depan dua belas orang ada di tangannya sampai menangis di reality show pra-debut. Waktu Pretty U kasih mereka kemenangan pertama di Show Champion bulan Mei 2016, dia nangis sesenggukan sambil bersandar ke member lain. Angkanya lebih nendang lagi: tahun 2020 dia mendaftarkan 102 lagu ke Asosiasi Hak Cipta Musik Korea dan jadi idol termuda yang tembus 100 lagu. Per April 2025 jumlahnya 228, dan namanya tercantum di 134 dari 143 lagu di album SEVENTEEN.

Di waktu yang hampir sama, di JYP, Bang Chan membentuk unit produser 3RACHA bareng Changbin dan Han pada Januari 2017. Namanya diambil dari saus sriracha, plus kata Spanyol racha yang artinya hembusan angin kencang. Nama awalnya Y-Lie, sampai ada staf yang bilang itu agak norak. Trio ini sudah rajin upload mixtape sebelum debut, lalu jadi mesin utama Stray Kids. Tahun 2022 di usia 21, Han merebut rekor WOOZI sebagai idol termuda yang tembus 100 lagu. Dinyanyikan delapan member termasuk Felix, lagu-lagu buatan sendiri ini akhirnya membawa mereka ke puncak chart album Amerika.

Dari sisi girl group, tokoh utamanya Jeon Soyeon dari (G)I-DLE. Dia dikenal lewat Produce 101 dan Unpretty Rapstar 3, lalu bersiap debut di Cube, tapi awalnya nggak ada yang merencanakan dia jadi produser. Dia memasukkan lagunya sendiri ke blind test melawan lagu pilihan agensi, dan yang menang jadi lagu debut, LATATA. Lagu yang diragukan bisa masuk chart itu menang music show dalam 21 hari, dan agensi pun menyerahkan arah grup ke dia. Sejak TOMBOY, jabatan resminya produser utama. Semua lagu utama dia yang tulis, dan dia juga ikut ngatur konsep, MV, sampai merch. Queencard juga lahir dari situ.

Ada juga yang dibuktikan dulu di acara audisi. AKMU menang K-pop Star 2 tahun 2013, sampai juri Park Jin-young bilang mereka bisa pakai lagu sendiri terus sampai final. Setelah masuk YG, nggak ada satu pun lagu rilisan mereka yang nggak ditulis atau diaransemen kakak-adik ini sendiri, dan produksi albumnya dipegang sang kakak, Lee Chan-hyuk.

Yang paling berubah adalah pertanyaan fans. Tiap comeback, yang pertama dicek adalah kredit lagu, dan siapa penulisnya jadi bagian dari identitas grup. Yang dijual agensi bukan cuma satu lagu, tapi cerita orang yang bikin lagunya. Nggak semua grup jalan di jalur ini, dan model satu produser yang menentukan suara agensi juga masih kuat. Tapi kalimat idol itu dibuat pabrik sekarang nggak bisa diucapkan tanpa embel-embel.