Satu produser menentukan suara sebuah label
Waktu hampir semua lagu andalan 2NE1 dan BLACKPINK lahir dari tangan orang yang sama, fans mulai merasa tiap agensi K-pop punya suara khasnya sendiri. Orang itu adalah Teddy, salah satu dari sedikit produser yang namanya sama terkenalnya dengan artisnya.
Semuanya berawal di sebuah kamar hotel di Los Angeles pada Januari 1997. Teddy (Park Hong-jun), anak Korea-Amerika yang pindah ke AS waktu SMP, ikut audisi di depan Yang Hyun-suk cuma bermodal demo tape yang dia bikin bareng sahabat SMA-nya, Danny. Dua bulan setelah lolos dia sudah di Seoul, dan tahun 1998 debut sebagai leader sekaligus main rapper grup hip-hop 1TYM di bawah YG. Pelafalan rap Korea-nya yang sedikit beraksen Inggris katanya sampai meresap ke gaya rapper-rapper YG sesudahnya. Dia memang lebih betah di studio daripada di TV, dan sekitar 2006, setelah 1TYM praktis vakum, dia pindah jadi produser utama agensi. Yang Hyun-suk punya panggilan buat dia: 'Ketua Tim Park'.
Titik baliknya tahun 2009. 2NE1 yang debut Mei tahun itu dirancang Teddy hampir dari nol, dari konsep sampai lagu, dan akhir tahun dia menang penghargaan komposer di Mnet Asian Music Awards. Di masa yang sama, konon pihak Interscope menawarinya menggarap lagu untuk Lady Gaga, tapi dia tolak demi album debut 2NE1. Para member memanggilnya 'Papa Teddy', dan CL pernah bilang Teddy dan sutradara MV Seo Hyun-seung cocok karena dua-duanya nggak mau kompromi sama dunia. Lalu datang I Am the Best, yang judul Korea-nya jadi kalimat viral se-Korea. Waktu sebuah iklan ramen memelesetkannya, urusannya sampai ke pengadilan dan permohonan larangannya ditolak. Kasus ini masih sering dipakai buat menjelaskan betapa susahnya melindungi kata-kata viral lewat hak cipta.
Sejak itu anggapan bahwa tiap agensi punya suara jadi hal umum di kalangan fans. Kalau SM punya Yoo Young-jin dan Kenzie, JYP punya Park Jin-young, maka YG punya Teddy. Seorang kritikus menyebut musiknya berakar di hip-hop dan R&B, dibawa semurni mungkin selama masih bisa diterima pasar pop. Tahun 2012 dia menulis Fantastic Baby milik BIGBANG bareng G-DRAGON dan membuktikan dia juga jago di ranah boy group, plus menggarap lagu utama solo Taeyang. Sebuah majalah pria pernah menilai delapan komposer papan atas dan menaruhnya di posisi pertama dengan rata-rata 8,3. Yang Hyun-suk bahkan terang-terangan bilang, kalau dia pensiun, Teddy yang akan mewarisi musik YG.
Formula itu meledak paling besar lewat BLACKPINK yang debut 2016, dengan Teddy memegang seluruh proyek sejak awal. Dia bilang latar belakangnya sebagai rapper membantunya menarik melodi dari suku kata dan flow, dan semua bagian rap di lagu BLACKPINK dia tulis dan susun sendiri. Di era DDU-DU DDU-DU dan Kill This Love, dia terus menyelipkan unsur Korea ke panggung dua girl group itu: ritme gugak, gerakan taekwondo, sampai geomungo, alat musik petik tradisional. Kebiasaan ini sudah ada sejak zaman 1TYM. Cerita soal 18 jam sehari di studio ternyata bukan lebay.
Tapi bergantung pada satu orang ada harganya. Karena dia memproduseri artisnya hampir sendirian, jarak antar comeback jadi lama banget dan keluhan fans nggak ada habisnya, jadi YG pelan-pelan mengurangi ketergantungan itu. BABYMONSTER yang debut di era 2020-an jadi girl group YG pertama yang sama sekali nggak diproduseri Teddy. Dia sendiri sudah mendirikan THEBLACKLABEL sebagai sub-label YG tahun 2016, lalu benar-benar mandiri di era 2020-an; belakangan ROSÉ meneken kontrak manajemen solonya di sana.
Prestasinya terus bertambah: nomor satu pendapatan royalti hak cipta tahun 2017, peringkat 25 di daftar Billboard 2021 soal 50 produser terbaik abad ke-21, dan menggarap dua girl group baru sekaligus di 2024. Lalu tahun 2026, Golden dari KPop Demon Hunters membawanya meraih Grammy untuk Best Song Written for Visual Media. Tentu saja dia nggak datang ke acaranya. Hoodie, snapback, nggak minum alkohol, anti kamera. Produser yang dikenal lewat suaranya, bukan wajahnya, dan justru itulah inti ceritanya.