Morning Dew
Lagu folk tahun 1971 ciptaan mahasiswa seni Kim Min-ki yang dipopulerkan Yang Hee-eun. Sempat dilarang tanpa alasan resmi, lalu justru dinyanyikan sejuta orang di jalanan.
Awalnya aja udah plot twist. Kim menyelesaikan lagu ini di musim panas 1970, merasa nggak puas, lalu merobek partiturnya. Yang udah sempat dengar lagunya, menyambung lagi sobekan kertas itu, dan minta izin buat menyanyikannya. Versi Yang rilis duluan pada September 1971, sementara Kim baru memasukkannya ke album debutnya sekitar sebulan kemudian setelah lagunya meledak. Makanya yang nempel di telinga kebanyakan orang adalah suara Yang yang lurus dan tegas di atas gitar akustik. Strukturnya juga nggak biasa: lagu pop zaman itu balik ke melodi awal setelah reff, tapi lagu ini terus maju ke melodi baru dan selesai begitu saja.
Tahun 1973 pemerintah memilihnya sebagai lagu sehat. Tahun 1975 malah dilarang. Di era itu ada sekitar 2.000 lagu yang dicekal, dan cuma lagu ini yang nggak punya alasan resmi sama sekali. Rumornya sih gara-gara lirik tentang matahari yang terbit merah di atas kuburan. Padahal Kim cerita di wawancara tahun 2018 kalau itu cuma pemandangan subuh dari studionya di Suyu-ri, di kaki Bukhansan, setelah melukis semalaman, dan menurutnya larangan itu konyol. Makin dilarang, makin menyebar. Yang bertahun-tahun kemudian nggak sengaja ketemu orang yang mengaku melarang lagu itu, dan dia bilang larangan itu malah bikin anak muda makin semangat belajar lagunya. Tahun 1978, Lee Soo-man, adik tingkat Kim di kampus, hampir kena sanksi karena menyanyikannya di panggung klub malam.
Saat Perjuangan Demokrasi Juni 1987, massa yang memanjang dari Sinchon sampai Balai Kota konon cuma hafal dua lagu bareng: lagu kebangsaan dan lagu ini. Barisannya kepanjangan sampai nyanyiannya jadi kanon dengan sendirinya. Kim ada di sana, hampir nggak ada yang mengenalinya, dan dia bilang nggak sanggup mengangkat kepala karena merasa lagu itu sekarang milik mereka. Lagu ini pun jadi himne demokratisasi, lalu disusul March for the Beloved. November 2016, saat aksi lilin, sekitar sejuta orang di Gwanghwamun menyanyikannya bareng Yang sendiri. Tiap kali orang Korea turun ke alun-alun, lagu ini hampir selalu ada.
Ada cerita sampingan yang unik: Korea Utara kabarnya pernah memasukkan rekaman berisi lagu ini di pertengahan 1990-an untuk menjelekkan demo di Selatan, lalu melarangnya tahun 1996 setelah warganya ikut bernyanyi. Jadi dilarang di dua sisi perbatasan. Folk protes bermodal satu gitar ini alirannya berlanjut lewat grup Norae-reul Chatneun Saramdeul sampai ke Kim Kwang-seok. Dan negara yang memilih seniman mana yang dibungkam ternyata nggak berhenti di era lagu terlarang, karena di tahun 2010-an muncul daftar hitam seniman.