
Buldak (불닭볶음면)
Mi goreng tanpa kuah yang pedesnya nggak main-main, rilisan Samyang tahun 2012. Viralnya justru duluan di luar Korea lewat video YouTuber yang kepedesan di depan kamera, dan sekarang jadi wajah perusahaan sekaligus andalan ekspornya.
Idenya ternyata udah lama. Pertengahan 2000-an, tim produk Samyang ngusulin mi super pedas khusus buat para pecinta pedas, tapi ditolak atasan. Beberapa tahun kemudian, pas tren ramyeon pedas lagi naik, rencana lama itu dikeluarin lagi. Setelah rapat yang ngadu rasa "rabokki" lawan rasa "buldak" (ayam api), ayam api yang menang. Rilis resminya April 2012 sempat kalah pamor dari kompetitor, tapi musim panas tahun itu mulai ramai dari mulut ke mulut, dan tahun 2013 adegan aktor Lee Sung-jae makan buldak di I Live Alone bikin namanya naik di TV.
Jebakannya ada di suapan pertama. Rasanya manis gurih, kamu mikir "eh, aman nih", terus beberapa suap kemudian mulutmu kebakar. Versi bungkusnya 4.404 Scoville, di atas kertas nggak kedengeran ekstrem, tapi karena nggak ada kuah, saus nempel langsung di mi jadi rasanya jauh lebih nendang. Orang Korea sendiri juga terbelah soal level pedas ini, jadi makan bareng susu atau keju udah kayak aturan wajib. Fun fact: maskot ayam betina berpotongan two-block di bungkusnya namanya Hochi, padahal ayam sebenarnya nggak bisa ngerasain pedas.
Video yang bikin buldak go international. "Fire Noodle Challenge" dari YouTuber kayak Korean Englishman jadi langganan video reaksi dan mukbang, lalu resep-resep kreasi baru muter di video pendek dan nyebar ke anak muda. Di luar negeri orang cukup nyebut "Samyang". Carbo Buldak khususnya meledak banget di luar negeri, sampai tahun 2024 kapitalisasi pasar Samyang nyalip Nongshim. Kelanjutannya ada di cerita satu bungkus mi pedas yang ngubah peta ekspor.
Pernah ada drama juga. Juni 2024, otoritas Denmark menarik tiga varian karena katanya terlalu pedas sampai berisiko keracunan akut. Media di mana-mana ngeliput, pembawa berita nyobain langsung di siaran, dan penarikan itu malah jadi promosi gratis. Sebulan kemudian dua varian dibolehin lagi, tinggal 3x Spicy yang tetap ditarik. Permintaannya makin gila sampai awal 2025 stoknya langka di minimarket Korea, dan Juni tahun itu Samyang buka pabrik kedua di Miryang yang khusus produksi buat ekspor.