decodeK

eungwonbeop (응원법)

KataFandomKonserInti

Teriakan yang sudah ditentukan, diserukan fans bareng-bareng di sela-sela lagu. Ini kesepakatan tak tertulis di konser K-pop: kamu nggak cuma nonton, kamu ikut main.

Rumusnya simpel. Waktu intro atau dance break, fans meneriakkan nama member dengan urutan tetap, lalu di ketukan kosong sekitar reff mereka membalas dengan satu baris lirik atau nama grup. Menjelang comeback, agensi merilis fanchant resmi dalam bentuk video atau gambar, dan fans menghafalnya sebelum pra-rekaman acara musik. Sorakan kencang yang kamu dengar di balik siaran TV itu bukan spontan. Itu hasil PR.

Akarnya ada di era idol generasi pertama. Kebiasaan fans H.O.T. mengibarkan balon putih sambil memanggil nama member mulai jadi standar sekitar era Candy, lalu berkembang jadi budaya lightstick dan fanchant resmi yang kita kenal sekarang. Buat beberapa lagu, misalnya Gee dari Girls' Generation, hafal fanchant-nya udah kayak kelas orientasi fandom.

Formatnya hampir sama dengan sorakan bisbol Korea: panggil nama pemain, balas reff lagu dukungan. Ritme itu cuma pindah dari stadion ke venue konser. Masih saudara dekat dengan ttechang, waktu seluruh penonton nyanyi satu lagu penuh, bedanya ttechang itu spontan, sedangkan fanchant adalah kesepakatan yang disusun dari awal sampai ke ketukan dan kata-katanya.

Kalau fans di luar negeri meneriakkan fanchant bahasa Korea dengan timing pas, reaksi member yang kaget dan terharu sering banget viral. Buat fans internasional, fanchant sering jadi pelajaran pelafalan bahasa Korea pertama. Kayak Into the New World yang dinyanyikan ramai-ramai di alun-alun, kebiasaan teriak bareng juga punya kekuatan di luar konser. Taruh di samping slogan dan kata-kata kagum dan semangat, dan kamu bakal lihat cara orang Korea seru-seruan bareng.