Into the New World
Single debut Girls' Generation tahun 2007. Lagu yang jadi buku pedoman debut girl group ini, sejak 2016, berubah jadi lagu demo yang paling sering dinyanyikan di Korea.
Liriknya ditulis Kim Jung-bae, musiknya oleh KENZIE. Awalnya lagu ini disiapkan untuk album kedua girl group M.I.L.K., tapi grup itu keburu bubar dan lagunya nganggur hampir empat tahun. Judul Inggrisnya menyimpan easter egg: sebagian melodi verse-nya hampir persis mengikuti tema utama movement keempat Simfoni Dunia Baru karya Dvořák. Makanya banyak yang bilang lagunya ceria tapi entah kenapa bikin mewek.
Girls' Generation latihan lagu ini hampir setahun penuh, sampai katanya bisa langsung nari begitu bangun tidur. Kalgunmu yang rapi banget, sampai sudut lengan dan jarak antarmember pun sama, plus tendangan tinggi di bagian akhir jadi ciri khasnya. Di M Countdown Oktober 2007, lagu ini kasih mereka trofi pertama cuma dua bulan setelah debut. Setelah itu lagu ini jadi titik awal garis keturunan girl group SM dan wajib dilewati tiap trainee. Acara survival kayak Produce 101 berkali-kali memakainya sebagai lagu evaluasi, dan di dunia cover dance lagu ini selalu ada. Waktu rilis sebenarnya nggak meledak, tapi setelah Gee jadi mega hit, orang balik dengerin dan menilai ulang. Tahun 2023 Rolling Stone menaruhnya di peringkat 33 lagu K-pop terbaik sepanjang masa.
Plot twist-nya datang Juli 2016. Mahasiswi Universitas Wanita Ewha yang sedang menduduki gedung kampus berhadapan dengan sekitar 1.600 polisi, lalu menyanyikan lagu ini bareng-bareng biar nggak takut. Ada juga yang menyadari lirik "idaero" kedengaran seperti "Idae", nama panggilan kampus itu. Musim gugur tahun itu, lagu ini lanjut jadi ttechang mahasiswa di aksi lilin musim dingin pemakzulan. Tiffany dan Yuri bilang melihat video itu adalah momen yang paling bikin mereka bangga.
Lagu ini juga menyeberang negara. Di Thailand, demonstran menyanyikannya dengan lirik terjemahan bahasa Thai saat gerakan prodemokrasi 2020, sementara di Korea lagu ini jadi anthem nggak resmi Festival Budaya Queer. Alasannya sering disebut begini: liriknya full bahasa Korea, isinya soal bangkit dari masa sulit, dan temponya cukup semangat buat siapa saja ikut nyanyi.
Puncaknya datang setelah darurat militer Desember 2024. Ratusan ribu orang berkumpul di depan Gedung Majelis Nasional sambil mengayunkan lightstick dan menyanyikan lagu ini, lalu lagu ini berkumandang lagi tepat setelah mosi pemakzulan disahkan. Lagu yang dulu dinyanyikan anak muda sekarang dinyanyikan bareng orang tua mereka juga. Ceritanya berlanjut di Lightstick turun ke alun-alun. Penulis liriknya, Kim Jung-bae, bilang lagu ini sudah jadi milik rakyat.