jejaksa (제작사)
Perusahaan yang bikin drama lalu menjualnya ke stasiun TV atau platform streaming. Dulu stasiun TV bikin semuanya sendiri, tapi sejak produksi berdiri sendiri, honor penulis dan aktor mulai ditentukan pasar.
Dulu drakor dibuat utuh di dalam stasiun TV seperti KBS, MBC, atau SBS: PD dan penulis karyawan tetap, dan stasiun TV pegang saluran, kru, sekaligus hak ciptanya. Produksi luar membalik semua itu. Sekarang rumah produksi mengunci penulis bintang dan aktor utama duluan, datang bawa paket jadi, lalu stasiun TV tinggal kasih slot tayang dan beli hak siar. Siapa yang dapat penulis paling laris, dia yang menang. Dari situ kuasa penulis makin besar dan honor per episode aktor papan atas ikut melonjak.
Guncangan terbesar datang dari Studio Dragon. Perusahaan ini lahir tahun 2016 dari pemisahan divisi drama CJ ENM dan setahun kemudian melantai di KOSDAQ. Dengan merangkul rumah produksi seperti Hwa&Dam Pictures, yang menggarap naskah-naskah Kim Eun-sook, lahirlah Goblin, Crash Landing on You, dan Vincenzo dari satu atap. Tayang di saluran seperti tvN sambil dijual ke streaming global di waktu yang sama jadi mesin di balik TV kabel menyalip TV nasional. Netflix bahkan punya saham di perusahaan ini.
Lalu Netflix mengubah hitungan lagi. Netflix menanggung seluruh biaya produksi plus margin, tapi hak ciptanya diambil. Rumah produksi jadi bisa pakai bujet besar tanpa takut rugi, dan syuting sampai tamat sebelum tayang, alias pra-produksi penuh, jadi hal biasa. Kekurangannya, kalau serinya meledak di seluruh dunia, rumah produksi hampir nggak dapat untung tambahan. Skema ini jadi perdebatan besar waktu Squid Game mendunia. Itu juga alasan rumah produksi sekarang berebut beli hak webtoon dan novel web duluan: kalau nggak pegang IP, nggak ada yang tersisa.