TV kabel menyalip TV nasional
Empat tahun setelah satu drama retro meledak di TV kabel tahun 2012, drama kabel untuk pertama kalinya tembus rating 20%. Itulah momen pusat gravitasi drakor bergeser keluar dari tiga stasiun TV besar.
Sampai awal 2010-an, drakor itu wilayah tiga stasiun TV nasional: KBS, MBC, dan SBS. TV kabel sudah ada lebih dari 15 tahun, tapi masih identik dengan acara varietas yang norak dan tayangan ulang, dan tvN cuma salah satu channel kabel biasa dengan rating sekitar 1%. Aktor dan idol ogah main drama kabel, sementara penulis dan sutradara ternama semuanya ada di TV nasional.
Perubahannya dimulai waktu orang-orangnya pindah. Shin Won-ho, PD varietas KBS, pindah ke CJ bareng penulis Lee Woo-jung, dan akhir tahun berikutnya Na Young-seok dari 2 Days & 1 Night ikut bergabung. Drama pertama bikinan PD varietas, Reply 1997, nyaris nggak diharapkan apa-apa. Empat dari enam pemeran utamanya idol dan penyanyi yang belum pernah akting, dan timnya ngaku sampai memohon sambil nangis waktu casting. Tapi kisah siswi SMA Busan tahun 90-an yang ngefans berat sama H.O.T., ribut sama fans SECHSKIES, plus alur yang bolak-balik antara reuni SMA 2012 dan tahun 1997 ternyata kena banget. Puncak rating 9,5% di episode terakhir itu angka yang hampir mustahil buat TV kabel waktu itu. Pemeran utama Jung Eun-ji jadi aktris beneran sekaligus ngangkat grupnya, Apink; dari sinilah lahir cara seri Reply mencetak aktor.
Retro lalu jadi mood satu era. Setelah Reply menyalakan nostalgia 90-an, akhir 2014 Infinite Challenge MBC mengumpulkan penyanyi 90-an di satu panggung lewat Totoga, dan satu negara langsung heboh. Reply 1994 (2013) jadi drama kabel pertama yang ratingnya dua digit, mematahkan kutukan sekuel, dan Reply 1988 (2015) menyentuh puncak 19,6%.
Kelas channel-nya juga naik. Grandpas Over Flowers dan Three Meals a Day garapan Na Young-seok bolak-balik tembus dua digit sebagai varietas kabel. Tahun 2014, Misaeng yang diadaptasi dari webtoon menggambarkan hidup karyawan kontrak dan bikin judulnya jadi slang orang kantoran, dengan Lee Sung-min yang membekas banget sebagai manajer yang capek tapi tulus. Tahun 2016 muncul Signal, di mana Jo Jin-woong dan Lee Je-hoon terhubung lintas waktu lewat walkie-talkie, dan Dear My Friends yang mengumpulkan senior legendaris seperti Kim Hye-ja dan Ko Hyun-jung. Cerita-cerita yang susah lolos di TV nasional.
Pukulan telaknya datang dari Goblin akhir 2016. Penulis Kim Eun-sook dan sutradara Lee Eung-bok, yang awal tahun itu bikin fenomena lewat Descendants of the Sun di KBS, membawa proyek berikutnya ke tvN. Dari episode pertama sudah memecahkan rekor premiere kabel milik Reply 1988, dan episode terakhirnya rata-rata 20,5% berdasarkan rumah tangga TV berbayar, program kabel pertama yang tembus 20%. Di tahun yang sama CJ memisahkan divisi dramanya jadi Studio Dragon. Angkanya membuktikan penulis dan sutradara bintang bisa ninggalin TV nasional dan tetap menang.
Kenapa harus kabel? Aturan konten dan jadwalnya lebih longgar, jadi bisa ambil cerita yang berani dan casting yang nekat. Iklan di tengah tayangan juga bikin tarif iklan drama tvN naik sampai kira-kira dua kali lipat TV nasional. Pola rumah produksi independen yang bikin drama lalu memilih channel dengan tawaran terbaik ikut mempercepat semuanya. Lalu channel program umum JTBC ikut masuk: SKY Castle tembus 23,8% di 2019, dan The World of the Married yang dibintangi Park Hae-joon mencapai 28,4% di 2020, dua-duanya memecahkan rekor drama non-TV nasional.
Tips buat fans luar negeri: angka rating di Korea bobotnya beda-beda tiap channel. Rekor TV kabel sering dihitung dari rumah tangga pelanggan TV berbayar saja, jadi dua digit di kabel terasa jauh lebih besar dari angkanya. Dan kalau banyak drakor yang kamu tonton di Netflix ternyata tayang duluan di tvN atau JTBC, semuanya berawal dari pergeseran ini.