Lee Eung-bok
Sutradara di balik Descendants of the Sun, Goblin, dan Sweet Home. Visualnya yang mulus ala iklan dianggap menaikkan standar tampilan drakor.
Lahir di Seoul tahun 1972, lulusan sastra Korea Universitas Yonsei, lalu masuk KBS sebagai PD pada 2002. Dia belajar di lapangan sebagai asisten sutradara drama sejarah besar dan mengasah tangan lewat drama satu episode. Namanya mulai dikenal lewat Dream High (2011), drama sekolah seni pertunjukan yang dibintangi Suzy yang waktu itu baru debut. Koneksi ini awet banget: keduanya bakal ketemu lagi di serial Netflix yang dijadwalkan tayang 2027 (judul Korea: Harem-ui Namjadeul). Setelah itu School 2013, Secret, dan Discovery of Love terus laris di KBS.
Karya terbesarnya datang tahun 2016: Descendants of the Sun, kolaborasi pertamanya dengan penulis kelas bintang Kim Eun-sook. Ini drama comeback Song Joong-ki setelah wamil, bareng Song Hye-kyo dan Kim Ji-won. Supaya bisa tayang barengan di China, semua episode sudah selesai syuting sebelum tayang, alias pra-produksi 100%, dan timnya terbang sampai Pulau Zakynthos di Yunani untuk membangun negara fiktif Urk. Kru sendiri cuma berharap rating sekitar 10%. Hasilnya tembus 30%. Di malam pemilu pun masih dapat 35%, lebih tinggi dari gabungan siaran hitung suara tiga stasiun TV besar. Di China, view online-nya lewat satu miliar dalam sekejap, dan harga satu episodenya setara satu miniseri utuh. Nggak lama kemudian larangan Hallyu dari China berlaku, jadi drama ini dikenang sebagai drakor terakhir yang populer terang-terangan di sana. Drama ini juga jadi drakor pertama yang di-dubbing ke bahasa Spanyol dan Portugis sekaligus.
Di tahun yang sama dia keluar dari KBS ke CJ, lalu di bawah Studio Dragon kembali duet dengan Kim di tvN lewat Goblin. Ide dokkaebi ini sudah disimpan Kim sejak sebelum 2010, nunggu teknologi CGI dan budget-nya siap. Gong Yoo awalnya mau menolak, tapi bos agensinya membujuk dia buat ketemu penulis dan sutradaranya sekali saja, dan akhirnya dia berubah pikiran. Bareng Kim Go-eun dan Lee Dong-wook, episode pertamanya langsung memecahkan rekor episode perdana TV kabel milik Reply 1988, momen penting dalam naiknya TV kabel menyaingi stasiun nasional. Lokasi syuting di Quebec bikin kota itu kebanjiran turis Asia, sampai musisi jalanan memainkan OST-nya. Ada detail kecil yang lucu: HP yang muncul sebagai PPL di awal ditarik dari pasar gara-gara masalah baterai, jadi mulai episode 3 para tokoh ganti ke model lain. Tahun 2018 dia dan Kim bikin karya ketiga, Mr. Sunshine.
Tahun 2020 dia banting setir lewat Sweet Home di Netflix, adaptasi webtoon dari Naver Webtoon. Dia memilih pendatang baru Song Kang sebagai Cha Hyun-su, remaja penyendiri yang terjebak di apartemen tempat manusia berubah jadi monster. Ini serial monster panjang pertama di Korea, jadi ekspektasinya tinggi banget. Pilihan lagu dan warna yang terlalu terang bikin penonton terbelah, dan dia sendiri bilang di wawancara bakal lebih hati-hati memilih musik. Tapi kiamat ala Korea ini tetap laku di seluruh dunia dan membawanya meraih Sutradara Terbaik di Asian Academy Creative Awards 2021. Ini salah satu tonggak awal webtoon jadi gudang cerita drama. Season 2 dan 3 banyak dikritik karena tokohnya kebanyakan dan CGI-nya.
Di sela itu dia menggarap Jirisan (2021) yang dibintangi Jun Ji-hyun, dan Dear X (2025) untuk TVING. Song Kang pernah cerita kalau MBTI sutradaranya INTP, sama kayak dia. Buat banyak penggemar drakor, naskah Kim Eun-sook yang digarap Lee Eung-bok masih dianggap jaminan mutu.