decodeK

hoedang chuyeonryo (회당 출연료)

KataIndustriBiayaPerdebatan

Kebiasaan khas Korea menghitung honor aktor drama per episode. Kalau orang ngomongin nilai seorang aktor, 'berapa per episode' sudah jadi semacam mata uang resmi.

Hitungannya gampang: honor per episode dikali jumlah episode. Karena standarnya 16 episode, total satu proyek bisa langsung ditebak. Tapi setelah dipotong pajak dan dibagi dengan agensi, yang sampai ke tangan aktor lebih kecil dari kedengarannya, makanya aktor yang belum level A biasanya buru-buru ambil proyek berikutnya.

Angkanya naik gara-gara pasar luar negeri. Begitu Hallyu bikin drama jadi komoditas ekspor, popularitas di luar negeri jadi lebih penting daripada di dalam negeri. Bae Yong-joon yang jadi superstar di Jepang lewat Winter Sonata kabarnya dibayar 250 juta won per episode di drama berikutnya. Setelah My Love from the Star meledak di China, Kim Soo-hyun juga tembus lebih dari 200 juta won per episode di It's Okay to Not Be Okay. Karena lewat pra-penjualan hak siar luar negeri nama bintang langsung berarti modal yang bisa balik, pola ini jadi permanen.

Inflasi yang sebenarnya datang bareng streaming. Waktu platform global masuk ke Korea barengan dan Netflix menaikkan taruhan, honor per episode aktor papan atas melonjak berkali lipat dalam beberapa tahun. Masalahnya muncul pas investasi mendingin. Tarif yang sudah naik nggak turun lagi, dan ketika banyak drama yang sudah dijadwalkan mandek, drama skala menengah yang hilang duluan. Kalau beberapa pemeran utama ambil porsi besar anggaran, jatah pemeran pendukung dan kru mengecil, dan baik rumah produksi maupun stasiun TV mengeluh jumlah drama makin sedikit.

Ada juga ujung yang lain. Figuran dan pemeran pendukung yang belum terkenal dapat honor per episode yang nolnya jauh lebih sedikit dari bintang. Makanya momen ketika seorang scene stealer naik jadi pemeran utama adalah lompatan honor paling dramatis di industri ini. Tayangan ulang juga dibayar: di stasiun TV besar hitungannya bukan dari honor asli, tapi dari tarif dasar per golongan yang disepakati serikat aktor dan stasiun TV, 20% untuk tayang ulang pertama, 12% untuk yang kedua, lalu 10% setelahnya.