decodeK
sebae (세배)

sebae (세배)

KataHari rayaHierarki

Sujud hormat di pagi Tahun Baru Imlek: kamu membungkuk ke orang tua, kasih ucapan, lalu dapat doa baik (dan biasanya uang). Siapa yang duluan menerima sujud langsung kelihatan urutan senioritas di keluarga.

Arti harfiahnya "sujud tahun". Pagi hari Seollal, setelah upacara leluhur (charye) selesai dan meja dibereskan, keluarga duduk dan generasi paling tua menerima sujud lebih dulu. Kamu bilang "saehae bok mani badeuseyo" (semoga dapat banyak berkah tahun ini), lalu yang tua membalas dengan deokdam, doa singkat semacam "semoga lulus ujian". Habis itu, waktunya makan tteokguk.

Posisinya ada aturannya. Cowok menumpuk tangan kiri di atas, cewek tangan kanan, dan sujudnya cuma sekali. Di upacara duka kebalikannya: tangan ditukar dan sujud dua kali. Bingung tangan mana? Ingat saja arah kancing jaketmu. Cowok yang sujud pakai hanbok idealnya juga pakai mantel panjang durumagi.

Awalnya sebae itu cara menjenguk orang tua yang berhasil melewati musim dingin. Mereka lalu membekali tamu dengan kue beras atau buah, dan kebiasaan itu yang akhirnya jadi sebaetdon, uang Tahun Baru. Tahun 70 dan 80an orang masih keliling ke rumah tetangga dan tetua kampung; sekarang keluarga makin kecil, jadi sebae nyaris cuma dilakukan di dalam keluarga, dan jadi salah satu alasan orang rela menembus macet parah gwiseonggil.

Kalau kamu lihat adegan ini di drakor, perhatikan urutannya. Umur dan generasi yang menentukan, salamnya pakai bahasa formal, dan semuanya jadi ringkasan budaya atas bawah warisan Konfusianisme dalam satu adegan. Selesai sujud, biasanya keluarga pindah ke permainan yunnori.