decodeK

Lagu cover AI

Kejadian2023-04AIHak ciptaMasih berjalan

Sekitar 2023, internet kebanjiran video lagu yang dinyanyikan AI hasil latihan dari suara penyanyi tertentu, padahal lagunya punya orang lain. Lucu dan bikin merinding sekaligus, tapi juga ninggalin satu pertanyaan: suara itu sebenarnya milik siapa?

Caranya simpel. Lagu asli dipisah jadi instrumen dan vokal, vokalnya diganti pakai model suara orang yang kamu mau, lalu ditempel lagi ke instrumennya. Modelnya bisa kamu latih sendiri pakai banyak rekaman orang itu, atau tinggal unduh yang sudah dibuat orang lain. Lagu yang minim chorus dan gema hasilnya lebih bersih, dan audio CD lebih bagus buat latihan dibanding rekaman live. Cuma dalam hitungan bulan, suara AI kayak gini naik level dari yang masih kedengaran robot di nada tinggi jadi hampir nggak bisa dibedain dari aslinya.

Bikin lagu pakai suara orang lain sebenarnya bukan hal baru. Ada Vocaloid, ada juga editan manual yang motong suku kata manusia satu per satu. Dua-duanya butuh orang jago dan waktu lama, dan tetap saja kedengaran kaku. Tahun 2019 Jepang merilis lagu baru dengan suara mendiang Misora Hibari, dan sejak 2020 TV Korea juga bikin beberapa proyek yang menghidupkan lagi suara penyanyi yang sudah meninggal. Tapi itu semua hasil poles tim profesional. Yang bikin AI cover beda adalah semua orang bisa bikin hasil yang natural dengan cepat. Awalnya muter di server Discord, lalu cepat merembet ke situs dan jasa pembuatan cover.

Di Korea, pemicunya video penyanyi senior yang "menyanyikan" lagu idol. Contohnya suara Park Hyo-shin atau Yim Jae-beom di Hype Boy. Lucunya biasanya ada di kontrasnya: orang yang kayaknya nggak cocok sama sekali, eh ternyata pas banget. Tahun 2024, pusat keseruannya Bam Yang Gang milik BIBI. Versi dari berbagai suara bermunculan, dari IU sampai Chang Kiha yang nulis lagunya, dan banyak yang bilang lagu ini cocok dinyanyikan siapa aja. IU sendiri disebut sebagai salah satu penyanyi yang suaranya paling sering dikloning.

TV juga ikut nimbrung. KBS 2TV bikin Synchro U, acara tebak-tebakan apakah yang kamu dengar itu AI cover atau penyanyi asli yang nyanyi live. Dari situ lahir klip viral kayak Chang Kiha nyanyi Supernova dan Park Myung-soo nyanyi Ditto. Kejadian kebalikannya juga ada. Video aktor Cho Jung-seok nyanyi sebuah lagu diunggah dan semua orang yakin itu AI. Ternyata beneran dia yang nyanyi, buat promosi. Sekarang suara manusia malah dicurigai duluan.

Lalu soal hak. Masalahnya ada dua: pakai rekaman orang buat melatih model tanpa izin, dan bikin karya baru pakai suara seseorang tanpa persetujuannya. Sempat heboh waktu vokal AI dipakai buat pura-pura rilis lagu baru, dan maraknya kejahatan deepfake bikin orang makin waspada. Universal Music dan Sony Music sudah minta cover yang pakai lagu mereka diturunkan. Kalau sumbernya suara yang diambil dari game, haknya ada di perusahaan game, jadi pengisi suara cuma bisa minta tolong supaya suaranya nggak dipakai. Negara bagian Tennessee di AS mengesahkan ELVIS Act yang melindungi suara itu sendiri, berlaku sejak Juli 2024. Ini penting karena hukum mulai menjaga sesuatu yang abstrak, yaitu suara seseorang, bukan cuma file rekaman. Di Korea, batasnya masih belum jelas.

Di waktu yang hampir sama, lagu dari girl group yang sebenarnya nggak ada malah puncaki chart. Satu sisi pakai suara penyanyi asli untuk hal palsu, sisi lain kasih suara asli ke penyanyi fiktif. Pertanyaan "siapa sih yang nyanyi?" muncul dari dua arah sekaligus.