
Park Myung-soo
"Orang nomor dua" abadi di Infinite Challenge. Dia bertahan lebih dari tiga puluh tahun cuma dengan satu karakter, si tukang ngomel yang hobi teriak, dan jadi salah satu komedian paling unik yang pernah lahir dari variety Korea.
Lahir tahun 1970, masa kecilnya di Gunsan. Dia nggak tahu caranya masuk TV, jadi mondar-mandir ke tiga stasiun TV sampai host Son Beom-soo melihatnya di kursi penonton acara kuis dan menyuruhnya debut. Tahun 1993 dia masuk angkatan keempat komedian rekrutan terbuka MBC, seangkatan dengan Kang Ho-dong yang masuk lewat jalur khusus. Uniknya, dia hampir nggak pernah jadi komedian nobody. Pertengahan 90-an dia memerankan satpam stasiun TV dan gumaman "Woo-sshi~"-nya jadi catchphrase, bahkan sebagai pendatang baru dia sudah dapat iklan solo. Waktu itu dia jauh lebih terkenal dari Yoo Jae-suk, yang pernah cerita dia terus dibilang "mirip Park Myung-soo" sampai hampir berhenti.
Tapi di sketsa komedi yang pakai naskah, dia selalu jadi pemeran pendukung. Sering keseleo lidah dan range aktingnya sempit, dan waktu komedi panggung ala Gag Concert merajai TV, acara sketsa MBC ambruk dan dia masuk masa suram yang panjang. Real variety yang mengubah segalanya. Dia meniru gaya teriak Lee Kyung-kyu, meledak lewat X-Man, lalu tahun 2005 gabung ke Infinite Challenge, acara yang jadi karya hidupnya.
Di Infinite Challenge perannya "si nomor dua". Leluconnya berangkat dari fakta: acara yang dia pandu sendirian selalu gagal, tapi di samping MC nasional Yoo Jae-suk dia bersinar. Jadi dia selalu pura-pura mengincar posisi nomor satu lalu gagal total tiap kali, sampai dapat julukan "si 1,5". Teriakannya entah kenapa nggak pernah terasa jahat. Katanya dia bisa teriak "bawain nasi!" di restoran dan pemiliknya malah ketawa sambil menyajikan, dan di acara itu dia dijuluki Anak Iblis. Dia menyebut dirinya "Geoseong", Sang Bintang Besar, dan bercanda soal "masa jaya kedelapan"-nya. Julukannya konon lebih dari seribu.
Prestasinya juga nyata. Tahun 2007 dia berbagi Daesang MBC Entertainment Awards bersama tim Infinite Challenge, dan tahun 2012, dua puluh tahun setelah debut, dia memenangkannya sendirian, salah satunya karena mati-matian menjaga variety dan komedi MBC tetap hidup waktu mogok kerja membekukan acaranya. Tahun 2010 acaranya, Hot Brothers, mengalahkan rating Running Man di jam tayang yang sama, momen yang disebut "pemberontakan si nomor dua".
Soal musik dia serius. Dia merilis album sejak 1999; awalnya kalimat "aku beli CD Park Myung-soo" saja sudah jadi lelucon, sampai Prince of the Sea pelan-pelan jadi lagu wajib karaoke dan menjadikannya pelopor komedian-penyanyi. Alasannya realistis: di acara klub malam dia sadar penyanyi cuma nyanyi dua lagu tapi dibayar lebih mahal dari MC yang kerja semalaman, jadi dia putuskan jadi dua-duanya. Di festival musik Infinite Challenge dia dikenal sebagai radar hits: bentuk duo GG bareng G-DRAGON untuk "Baramnasseo", dan tahun 2015 nyanyi "Leon" bareng IU setelah tarik-ulur antara EDM kesukaannya dan selera akustik IU yang berakhir di trance yang lebih lembut. Cita-cita awalnya sebenarnya produser, dan sampai sekarang dia masih main EDM sebagai DJ G-PARK. Acara radionya di KBS juga sudah dua kali dapat penghargaan DJ.
Waktu Infinite Challenge tamat setelah 13 tahun di 2018, banyak yang mengira kariernya ikut tamat. Yang terjadi justru kebalikannya. Di Salty Tour dia ribut-ribut lucu dengan Park Na-rae sambil merancang perjalanan, dan dari situ ketahuan skill fotografinya plus aura jjannae-nya. Ekspresi dan kutipan lamanya dari era Infinite Challenge beredar lagi sebagai jjal, bikin dia malah lebih populer di kalangan umur belasan sampai tiga puluhan. Channel YouTube-nya, Halmyungsoo, yang mulai tahun 2020, sudah didatangi member EXO, NewJeans, BLACKPINK, dan BTS, dan bukae-nya sebagai pemberi nama idol dan fotografer idol bikin dia dijuluki "idolnya para idol". Suka ngomel, suka teriak, tapi aslinya kakak yang lembut. Itulah karakter yang dia jual selama tiga dekade.