Perdebatan soal vokal live
April 2024, vokal live sebuah girl group di Coachella jadi sorotan. Perdebatannya cepat melebar dari kemampuan satu grup ke sistem K-pop itu sendiri, yang menuntut idol nari dan nyanyi sempurna sekaligus.
Grupnya adalah LE SSERAFIM dari Source Music, label di bawah HYBE. Namanya aja udah teka-teki: anagram dari IM FEARLESS. Dengan Kim Chae-won dan SAKURA yang dulu di IZ*ONE, plus KAZUHA yang berlatar balet, mereka tampil di salah satu festival terbesar Amerika cuma dua tahun setelah debut. Tahun itu ATEEZ juga ada di lineup. Buat K-pop, Coachella itu kayak rapor: BLACKPINK tampil di sana sebagai sub-headliner tahun 2019, lalu tahun 2023 jadi artis Asia pertama yang jadi headliner utama.
Masalahnya ada di minggu pertama. Coachella disiarkan gratis di YouTube, jadi seluruh dunia nonton secara real time, dan momen nada yang goyah serta napas yang ngos-ngosan langsung dipotong jadi klip dan viral. Komunitas online Korea ramai mengkritik, sementara fans membela dengan alasan panas gurun, koreografi yang berat, dan sound outdoor yang asing. Penampilan minggu kedua dapat respons yang jauh lebih baik, tapi video minggu pertama keburu tersebar.
Ada alasan kenapa ini jadi ribut banget di Korea. Standar panggung K-pop itu kalgunmu, koreografi super sinkron tanpa meleset sedikit pun. Di music show, backing track yang sudah berisi vokal rekaman itu hal biasa, dan fans membedah gerakan tiap member lewat fancam. Jadi pertanyaannya bergeser: seberapa jauh sih orang bisa nyanyi live sambil nari segitunya, dan kalau nggak bisa, sebenarnya yang kita tonton itu apa? Beberapa hari kemudian konflik HYBE dan ADOR meledak, dan suasana online seputar grup HYBE jadi makin panas.
Agensinya kemudian bilang sudah merombak sistem latihan vokal. Semuanya berawal dari satu penampilan festival, tapi pertanyaan soal apa yang benar-benar asli di atas panggung jadi PR buat seluruh industri.