decodeK

Skandal manipulasi voting Produce 101

Kejadian2019-07ManipulasiAudisiPeradilan

Mnet menjual janji simpel: bayar SMS buat voting, kamu yang milih siapa yang debut. Ternyata urutan ranking sudah diatur tim produksi dari awal, dan PD serta CP utamanya masuk penjara.

Panggungnya adalah seri Produce 101. Sejak 2016, satu musim per tahun, acara ini mengumpulkan sekitar seratus trainee dari banyak agensi, menyebut penonton 'national producer', lalu membiarkan mereka memilih line-up debut lewat SMS seharga 100 won per pesan. Sebelumnya, line-up debut diputuskan agensi di balik pintu tertutup. Bahkan waktu survival show SIXTEEN milik JYP memilih TWICE, Park Jin-young bilang voting penonton cuma jadi bahan pertimbangan. Jadi konsep 'kamu yang bikin idol debut' benar-benar mengubah permainan, dan I.O.I, Wanna One, serta IZ*ONE sudah punya fandom raksasa sebelum rilis lagu apa pun.

Kecurigaan muncul dari angka. Setelah final Produce X 101 di Juli 2019, fans membedah hasil voting dan menemukan pola aneh. Persentase suara peringkat atas semuanya berakhir nol setelah desimal kedua, dan selisih antar-trainee berulang kali sama persis. Dengan jutaan suara masuk, peluang 20 finalis semuanya keluar dengan pola begitu secara kebetulan dihitung kira-kira satu banding sepuluh pangkat 60. Kesalahan fatalnya: kelipatan manipulasinya dipasang 0,05%, terlalu kasar. Produce 48 setahun sebelumnya pakai 0,01%, jadi nggak terlalu kelihatan.

Fans membentuk komite pencari kebenaran dan melapor ke polisi, dan akhir Juli Mnet sendiri minta polisi menyelidiki. Lima hari kemudian kantor produksi CJ ENM digeledah. November, PD Ahn Joon-young dan CP Kim Yong-beom ditahan, dan Desember jaksa menyimpulkan keempat musim semuanya dimanipulasi. Di musim 3 dan 4, member debut sudah dipilih sebelum final live, jadi voting berbayar malam itu nggak bisa mengubah apa pun. Terungkap juga bahwa sejak Januari 2018, selama satu setengah tahun, para produser dijamu minum oleh orang agensi sebanyak 47 kali, senilai 46,83 juta won. Musim 2 jadi pengecualian: satu trainee di posisi debut mengundurkan diri lalu peringkat berikutnya dinaikkan, dan cuma itu, jadi tuduhan penipuan di musim ini dihentikan.

Kasusnya sampai ke Mahkamah Agung. Mei 2020, Ahn divonis dua tahun penjara dan Kim satu tahun delapan bulan, lalu Maret 2021 Mahkamah Agung menolak kasasi mereka dan vonisnya berkekuatan tetap. Satu PD lain dan beberapa staf agensi kena denda. Pengadilan banding mengumumkan nama trainee yang tersingkir karena manipulasi, misalnya Lee Ga-eun dari Pledis dan Koo Jung-mo dari Starship, orang-orang yang harusnya debut kalau suaranya dihitung jujur. Sebaliknya, nama yang dinaikkan peringkatnya nggak pernah dibuka: mereka juga nggak tahu apa-apa, dan kalau namanya keluar mereka yang bakal jadi kambing hitam, bukan terdakwanya.

Yang menanggung akibatnya justru grup-grupnya. X1 yang tetap debut di Agustus 2019 kehilangan jadwal TV dan iklan, lalu bubar Januari 2020. IZ*ONE menghentikan semua aktivitas beberapa hari sebelum album penuh pertamanya dan baru comeback Februari 2020 lewat BLOOM*IZ. CEO CJ ENM menggelar konferensi pers, janji melepas keuntungan dari kedua grup dan membuat dana industri 30 miliar won. Wacana reuni Wanna One dan I.O.I pun meredup. Idol School di channel yang sama ternyata juga dicurangi, dan CP-nya divonis satu tahun.

Kenapa di Korea kasus ini meledak banget? Karena strukturnya. Channel yang memilih dan perusahaan yang mengurus grup setelah debut ada di bawah grup CJ yang sama, contoh klasik integrasi vertikal. Ditambah reputasi Mnet soal editan setan, orang mulai menyebutnya 'Jujak-net', dari kata slang jujak yang artinya rekayasa. Nama Produce nggak pernah dipakai lagi.

Tapi pabrik grup lewat audisi tetap jalan. ENHYPEN lahir dari survival show lain di 2020, dan di 2023 ZEROBASEONE debut dari format baru yang menonjolkan sistem pengawasan kejujuran. Sementara An Yu-jin dan Jang Won-young, eks IZ*ONE, naik lagi ke puncak bersama grup baru.