SHINHWA merebut kembali namanya
Tahun 2015, member SHINHWA berhasil merebut kembali hak merek nama grup mereka yang hampir sepuluh tahun dipegang pihak lain. Ini pertama kalinya grup idol benar-benar memiliki namanya sendiri.
Awalnya soal pindah agensi. SHINHWA debut di SM Entertainment tahun 1998, dan waktu kontraknya habis tahun 2003, keenam member pindah bareng ke Good Entertainment. Satu grup idol pindah agensi utuh tanpa ada yang pisah aja udah jadi yang pertama. SM awalnya bilang menghormati keputusan itu, tapi Januari 2005, pas grup lagi di puncak dengan album ketujuh, SM mendaftarkan nama "Shinhwa" sebagai merek dagang. Setahun kemudian merek itu dialihkan ke perusahaan bernama Open World Entertainment.
Sejak itu SHINHWA kayak menyewa nama sendiri. Sebagai gantinya, Open World pegang jadwal dan urusan luar negeri, tampil di TV Korea cuma beberapa kali, sisanya tur luar negeri terus. Kesehatan dan rencana para member sama-sama berantakan. Pas album ulang tahun ke-10, RUN, tahun 2008, perjanjiannya udah habis dan situasinya makin parah sampai mereka nggak bisa promosi di TV sama sekali. Habis itu member satu per satu masuk wajib militer dan mulailah jeda empat tahun.
Yang bikin grup ini tetap utuh adalah leader-nya, Eric. Waktu drama Phoenix bikin dia jadi top star, dia nolak tawaran kontrak bernilai miliaran won dari agensi lain, terus belajar hukum sendiri dan keliling ketemu pengacara demi nama grupnya. Alasannya kira-kira begini: kami kumpul bukan buat jadi aktor atau solois, kami kumpul buat jadi SHINHWA. Makanya fans sampai sekarang nyebut dia leader paling berdedikasi.
Mei 2011, setelah wamil selesai, mereka mendirikan Shinhwa Company. Eric dan Lee Min-woo jadi co-CEO, dan keenamnya punya saham sama besar. Lagi-lagi yang pertama: agensi yang didirikan idol dengan member sebagai pemegang saham. Mulai 2012 mereka menggugat Jun Media, penerus Open World, soal merek itu, bahkan sempat ganti nama perusahaan jadi Shincom Entertainment tahun 2014 biar prosesnya lancar.
Hasilnya keluar tanggal 27 Mei 2015. SHINHWA menerima usulan mediasi pengadilan dan dapat mereknya kembali, menuntaskan balik nama tanggal 11 Juni, lalu mengembalikan nama perusahaan jadi Shinhwa Company. Februari tahun yang sama, lagu utama album ke-12 mereka, "Sniper", menyapu sepuluh trofi acara musik, rekor terbaik mereka. Menang di panggung dan di pengadilan di tahun yang sama.
Kenapa ini heboh banget di Korea? Karena nama grup biasanya milik agensi. Kalau kontrak habis dan member keluar, namanya tetap di perusahaan. Struktur ini nyambung sama kenapa grup yang awet jarang banget dan kenapa bubar atau perpanjang kontrak sering numpuk di sekitar tahun ketujuh. Perbandingan yang paling sering: BEAST. Waktu keluar dari Cube Entertainment tahun 2016, para member nggak bisa pakai nama lama dan mulai lagi sebagai Highlight. Pertanyaannya sama, akhirnya kebalikan, makanya kasus ini dan Highlight kehilangan namanya selalu disebut barengan. Baca juga soal kontrak standar artis biar konteksnya makin kebayang.
Ada epilognya juga. SHINHWA nggak lagi aktif sebagai grup lengkap sejak konser ulang tahun ke-21 tahun 2019, dan waktu Shinhwa Company tutup tahun 2024, mereknya pindah ke Liveworks Company. Tetap aja, preseden ini nggak berubah: idol pernah ke pengadilan dan merebut kembali namanya sendiri.