1MILLION Dance Studio
Akademi tari di Seoul yang sekaligus jadi agensi koreografer. Cuma modal video kelas yang direkam di ruang latihan, channel-nya jadi channel dance terbesar di YouTube dan bikin banyak orang terbang ke Korea khusus buat belajar nari.
Awalnya dari ruang latihan bawah tanah di Sincheon tahun 2008, tempat crew Insane Brain milik koreografer Lia Kim latihan. Desember 2014 mereka pindah ke studio yang lebih luas dan pakai nama 1MILLION. Lia Kim pernah cerita, pikiran pertamanya waktu pindahan cuma: "wah, ada sinar matahari." Namanya sendiri setengah mimpi, setengah bercanda: semoga sejuta orang bisa nari bareng, dan semoga bisa dapet sejuta dolar juga.
Yang mengubah segalanya adalah YouTube. Channel-nya dibuka tahun 2015 karena mereka sayang banget sama energi di ruang latihan yang langsung hilang begitu kelas selesai. Bukan kamera diam, mereka pakai kamera yang ikut bergerak bareng penarinya, jadi tiap koreo kayak film pendek. Subscriber tembus 1 juta dalam setahun, 10 juta di 2018, dan lebih dari 26 juta di 2024. Inilah momen ruang latihan go internasional, nyambung langsung sama budaya video dance practice di K-pop. Faktanya, views segitu nggak bikin mereka kaya. Kebanyakan videonya pakai lagu orang lain, jadi pendapatan iklan sebagian besar masuk ke pemegang hak lagunya. Duit beneran datang dari kelas dan syuting iklan.
Makanya studionya sendiri jadi tempat ziarah. Sempat disebut 70% muridnya orang asing, orang-orang yang beli tiket pesawat buat belajar langsung sama guru yang biasa mereka tonton di HP. Selain esports, sekarang ada satu lagi hal yang bikin orang datang ke Korea buat belajar.
Hubungannya sama K-pop juga dekat banget. Nama Lia Kim meledak sebagai koreografer lewat "24 Hours" milik SUNMI, dan dia juga ikut bikin koreo "Like OOH-AHH", TT, dan "KNOCK KNOCK" TWICE. 1MILLION jadi yang pertama di industri yang teken kontrak eksklusif sama koreografernya, bikin orang di balik panggung jadi artis yang dikenal namanya. Tahun 2017 mereka jadi label dance Korea pertama yang bikin konser sendiri, dan tiketnya sold out.
Mereka juga sering nongol di TV. Lia Kim memimpin crew di Street Woman Fighter 2, koreografer cowoknya ikut Street Man Fighter, dan Lia Kim tampil bareng Aiki di Fly to the Dance JTBC. Waktu Asosiasi Hak Cipta Koreografi Korea berdiri tahun 2024, ketua pertamanya juga Lia Kim. Di zaman satu point dance bisa jadi challenge sedunia, akhirnya ada yang mulai nanya: sebenarnya koreo itu milik siapa?