battery (배터리)
Asalnya dari kata Inggris 'battery', tapi kalau berita Korea bilang 배터리, maksudnya hampir selalu industri baterai mobil listrik. Tiga produsen top dunia itu perusahaan Korea.
Mereka adalah LG Energy Solution, Samsung SDI, dan SK On, semuanya bagian dari grup chaebol dengan kisah awal yang beda-beda. Punya LG dimulai tahun 1992, waktu ketua grup lihat baterai isi ulang pas perjalanan bisnis ke Inggris, bawa pulang sampelnya, lalu nyuruh tim riset mempelajarinya. Tahun 1999 mereka berhasil produksi massal baterai lithium-ion pertama di Korea, tapi rugi terus bertahun-tahun, sampai sekitar 200 miliar won di tahun 2005 saja, dan tetap nggak berhenti. Hasilnya datang tahun 2009 lewat kontrak pasokan mobil listrik GM. Samsung SDI awalnya tahun 1970 bikin tabung TV hitam putih, dan pemegang saham terbesarnya Samsung Electronics. SK On mulai dikenal tahun 2010 karena memasok mobil listrik produksi massal pertama Korea, BlueOn dari Hyundai dan Kia Ray EV.
Pas LG Energy Solution IPO tahun 2022, investor ritel menyetor dana pemesanan sampai 114 triliun won, rekor baru. Sebelumnya LG dan SK sempat saling gugat soal pembajakan karyawan dan dugaan kebocoran teknologi. Persaingannya keras banget: di kuartal pertama 2023, CATL dan BYD dari China di posisi satu dan dua, LG ketiga, SK On dan Samsung SDI kelima dan keenam. Tapi kalau pasar domestik China dikeluarkan, LG justru juara.
Baterai digadang-gadang jadi andalan berikutnya setelah semikonduktor, jadi harapan besar negara yang hidup dari ekspor. Benangnya nyambung dari mobil listrik, industri otomotif, kota pabrik kayak Ulsan, sampai soal bangun pabrik di Amerika yang bikin ini juga cerita Korea dan AS. Ini juga contoh klasik struktur perusahaan besar dan pemasoknya.
Fakta seru: di militer Korea, tanda pangkat prajurit diibaratkan bar baterai. Mulai dari prajurit dua dengan satu garis, nambah satu tiap naik pangkat, dan pas empat garis jadi sersan, alias baterai penuh dan siap keluar wajib militer.