geonjogiwa ppallae (건조기와 빨래)
Selama puluhan tahun, cucian di Korea dijemur di rak lipat di balkon. Lalu sekitar 2017, mesin pengering baju mendadak berubah dari barang langka jadi barang wajib.
Di Amerika atau Inggris, pengering itu ya pasti ada di sebelah mesin cuci. Di Korea, dulu mesin ini cuma kelihatan di barak tentara, laundry koin, atau asrama, jadi cowok yang sudah wamil mungkin malah lebih akrab sama alat ini dibanding orang tuanya. Di rumah, orang pakai rak jemuran lipat, dan di atap rumah susun kecil ada tali jemuran.
Yang bikin semuanya berubah adalah cuaca dan bentuk rumah. Begitu jangma, musim hujan Korea, datang, cucian bisa nggak kering sepuluh hari sampai sebulan. Dijemur di dalam kamar, ruangan jadi makin lembap dan baju kena bau apek khas cucian setengah kering. Tambah lagi debu halus yang bikin orang ogah jemur di luar, plus apartemen yang balkonnya dibongkar biar ruang tamu lebih luas, jadilah nggak ada tempat buat jemur. Tarif listrik progresif yang dilonggarkan juga ikut mendorong.
LG membuka pasar lewat pengering heat pump yang mengeringkan di suhu sekitar 50 derajat, lebih ramah ke kain dan jauh lebih hemat listrik. Ini penting banget di negara yang orang-orangnya perhitungan soal tagihan listrik. Samsung langsung menyusul, dan merek menengah pakai aktor papan atas seperti Park Bo-gum sebagai bintang iklan. Sekarang, pengering yang ditumpuk di atas mesin cuci sudah jadi setelan standar di rumah pengantin baru.
Makanya ngobrolin pengering pasti nyambung ke cuaca. Tiap musim hujan, forum online penuh curhat "hidupku berubah sejak punya pengering", disusul keluhan sweter kesayangan yang menciut dua ukuran. Karena memangkas waktu beres-beres rumah, alat ini sering disebut bareng mesin cuci piring kalau lagi bahas work-life balance atau mengasuh anak sendirian. Nggak ada tempat di rumah? Tinggal ke laundry tanpa penjaga di dekat rumah, yang muncul hampir di tiap blok karena alasan yang sama.