dokbak yuga (독박육아)
Istilah buat kondisi ketika anak dibuat berdua, tapi yang ngurus hampir semuanya cuma satu orang. Ini kata yang paling sering muncul, dan paling bikin panas, di obrolan soal parenting di Korea.
Bagian 'dokbak' asalnya dari go-stop, permainan kartu hwatu. Kalau satu pemain salah langkah dan harus bayar bagian semua pemain lain sendirian, itu namanya 'kena dokbak'. Ini slang, bahkan nggak ada di kamus baku, tapi begitu ditempel ke urusan ngurus anak, satu kata ini langsung nyimpen satu perasaan utuh: semua dibebanin ke aku, dan itu nggak adil. Sekarang banyak orang Korea dengar kata dokbak langsung kepikiran soal parenting.
Kata ini mulai muncul di berita sekitar 2014, tahun 2015 ada koran harian yang bikin seri liputan pakai judul ini, lalu meledak sekitar 2017. Menteri Kesetaraan Gender waktu itu bahkan bilang terang-terangan bahwa kementeriannya yang mulai pakai kata ini, jadi kebayang kan cepatnya dari curhatan jadi bahasa kebijakan. Pasangan yang dua-duanya kerja kadang pakai santai ('weekend ini aku yang dokbak, minggu depan kamu'), tapi biasanya kata ini keluar pas kekesalan meledak antara yang kejebak lembur dan macet perjalanan kerja dengan yang tinggal di rumah.
Kenapa jadi sebesar ini di Korea? Cuti ayah memang ada, tapi bapak-bapak yang ambil sering dilirik sinis di kantor, dan gaji yang berkurang plus takut nggak naik jabatan selalu ikut dibahas. Kata ini satu paket sama debat work-life balance, aturan 52 jam kerja seminggu, antrean daycare, dan kesenjangan gaji. Waktu angka kelahiran turun dari 0,977 di 2018 ke 0,84 di 2020, dokbak yuga jadi penjelasan andalan buat angka kelahiran Korea yang super rendah.
Kata ini juga medan perang langganan di konflik gender Korea. Satu pihak bilang cari duit juga bagian dari ngurus anak; pihak lain bilang ngurus anak itu artinya nggak pernah bisa istirahat. Ada juga yang kritik slang dari meja judi kok dipakai di forum resmi, atau bilang kata ini bikin anak kedengaran kayak beban yang 'nyangkut' ke seseorang. Tapi hampir semua sepakat anak lebih baik kalau diasuh dua orang tua bareng-bareng. Bareng siworld, ini salah satu kata yang paling sering kamu dengar di konflik rumah tangga drakor dan reality show.
Satu hal yang sering bikin salah paham: dokbak yuga bukan berarti orang tua tunggal. Intinya justru pasangannya ada, tapi rasanya tetap ngurus sendirian.