fighting (화이팅)
Asalnya dari kata Inggris 'fighting', tapi di Korea artinya 'semangat!'. Ini sorakan penyemangat, bukan ajakan berantem, dan mungkin kata serapan yang paling sering kamu dengar di konten Korea.
Di depan ruang ujian, sebelum pertandingan, pas makan-makan kantor, sampai hari pertama kerja tokoh drakor: semua bisa. Kepalkan tangan, tekuk lengan, teriak 'Hwaiting!', beres. Ini juga kata yang paling sering diteriakin adik kelas ke kakak kelas di depan gerbang sekolah pas hari Suneung, dan selalu muncul di sorakan baseball sama ucapan bersulang. Bareng daebak, ini duo andalan kata seru dan penyemangat Korea.
Masalahnya, penutur asli bahasa Inggris bakal bingung. Buat mereka 'fighting' ya berantem beneran, yang lumayan sangar lagi. Makanya penerjemah subtitle film Korea harus nerjemahin satu kata ini beda-beda tiap adegan: go for it, you got this, good luck. Ini contoh paling ikonik dari Konglish.
Asal-usulnya masih diperdebatkan. Satu teori bilang frasa Inggris 'fighting spirit' menyusut jadi 'paiting' di koran Korea tahun 1920 sampai 1930-an; berita olahraga zaman itu memang pakai kata ini buat arti daya juang. Teori lain bilang kata ini datang dari sorakan Jepang ファイト (faito, dari 'fight'). Teori kedua ini kadang dipakai buat ngajak berhenti pakai kata ini karena dianggap sisa masa penjajahan Jepang, walau buktinya lemah.
Ejaannya juga bikin pusing. Standar resminya 파이팅 (paiting), tapi kebanyakan orang nulis 화이팅 (hwaiting). Lembaga bahasa nasional Korea pernah nyaranin ganti jadi 'himnaeja' atau 'aja', tapi nggak ada yang pakai, dan akhirnya tahun 2020 malah masukin 파이팅 ke kamus standar. Tahun 2021, Oxford English Dictionary mencatat 'fighting' sebagai sorakan khas Korea. Waktu Piala Dunia 2002, ada operator telekomunikasi yang sampai pakai slogan 'Korea Team Fighting'.
Sekarang berkat fans K-pop dan penonton esports, 'Hwaiting' udah dikenal di mana-mana. Di klip Overwatch League, teriakan para pemain nggak diterjemahin sama sekali, subtitlenya cuma 'Fighting'.