The Host
Monster muncul di Sungai Han pada siang bolong, dan keluarga penjaga warung pinggir sungai nekat menyelamatkan anak mereka sendiri karena nggak ada yang mau bantu. Film monster Bong Joon-ho tahun 2006 ini campuran horor, komedi, dan sindiran politik.
Pembukanya diambil dari kejadian nyata. Februari 2000, di kamar jenazah pangkalan militer AS Yongsan di Seoul, seorang dokter Amerika menyuruh pegawai Korea membuang formaldehida ke saluran air cuma karena botolnya berdebu. Semua itu mengalir langsung ke Sungai Han. Di tahun yang sama memang ada pegawai sipil militer AS yang membuang zat beracun ke sungai lalu dihukum, dan dokter di film ini terinspirasi dari dia. Beberapa tahun kemudian, sesuatu yang tumbuh di air itu muncul bergelantungan di jembatan, sementara orang-orang santai merekamnya pakai HP dan kamera digital.
Tokoh utamanya keluarga Park yang buka warung di tepi sungai dekat Yeouido. Gang-du, anak sulung yang hobinya ketiduran, diperankan Song Kang-ho; Nam-il, adiknya yang sarjana tapi nganggur dan mantan aktivis mahasiswa, oleh Park Hae-il; dan Nam-joo, atlet panahan timnas, oleh Bae Doona. Byun Hee-bong jadi sang kakek Hee-bong, dan Go Ah-sung jadi Hyun-seo, anak SMP yang diseret monster. Pemerintah memutuskan makhluk itu membawa virus, keluarga ini dikarantina, dan nggak ada yang percaya waktu Gang-du bilang anaknya masih hidup. Jadi keluarga kacau ini kabur dari rumah sakit dan menyisir gorong-gorong sendiri.
Ini film panjang ketiga Bong Joon-ho, yang baru saja melejit lewat Memories of Murder. Dia menyebutnya film penculikan yang penculiknya kebetulan monster, dan idenya muncul waktu nonton dokumenter pelikan menelan ikan bulat-bulat. Kebanyakan film monster menyembunyikan CGI di kegelapan malam, tapi di sini makhluknya mengamuk di taman pada siang bolong, dan adegan serangan itu sampai sekarang masih paling sering dibahas. Cerita lucu lainnya: diskusi Song dan Bong soal karakter Gang-du cuma satu telepon waktu Song lagi nyetir. Dia bodoh? Kayaknya nggak bodoh. Oke, beres.
Angkanya juga monster banget. Rilis 27 Juli 2006, film ini menjual 450 ribu tiket di hari pertama, tembus sepuluh juta dalam 21 hari, dan finis di 13.019.740 penonton. Bukan cuma masuk klub film sepuluh juta, rekornya bertahan sebagai yang tertinggi di box office Korea selama bertahun-tahun. Film ini tayang perdana di Directors' Fortnight Cannes, lalu di dalam negeri menyabet enam piala di Blue Dragon Film Awards dan Film Terbaik di Baeksang Arts Awards.
Karena militer AS yang jadi biang monsternya, lalu menyemprotkan bahan kimia bernama Agent Yellow ke pusat kota Seoul demi melawan virus yang ternyata nggak ada, sempat muncul perdebatan apakah ini film anti-Amerika. Jawaban Bong: sindiran ke AS memang ada, tapi Hollywood juga selalu menjadikan orang asing penjahat, jadi kenapa Amerika nggak boleh disindir di film negara lain? Pemerintah Korea di film ini juga sama nggak becusnya. Yang sebenarnya ingin dia tanyakan: pernah nggak kamu benar-benar ditolong negara atau masyarakat? Konteks lengkapnya ada di Korea dan AS.
Judul Inggrisnya, The Host, artinya inang, makhluk yang ditumpangi parasit. Asalnya dari ikan-ikan yang hidup menempel di tubuh monster, dan Bong bilang kata ini punya makna sosial dan politik. Kalau disandingkan dengan Parasite, dua judul ini kayak sepasang, walau Bong sendiri bilang itu bukan kesengajaan.
Trivia lainnya. Pitcher rookie Ryu Hyun-jin meledak di musim panas yang sama dan kebagian julukan Monster, sebagian karena demam film ini. Quentin Tarantino memasukkannya ke daftar film favoritnya sejak 1992, dan Park Chan-wook menyebutnya film Bong yang paling dia suka. Penonton luar negeri paling kaget lihat betapa raksasanya saluran air Sungai Han. Sarang monster muncul di gorong-gorong raksasa dekat Jembatan Wonhyo, dan karena Pulau Bamseom kawasan konservasi yang nggak boleh dimasuki kru, adegan monster berenang ke sana full CGI. Song dan Go Ah-sung kembali jadi ayah dan anak di Snowpiercer, dan film Bong berikutnya adalah Mother. Setiap ada cerita makhluk Korea baru, termasuk Sweet Home, ujung-ujungnya pasti dibandingkan dengan film ini.