
Snowpiercer
Satu kereta yang terus berputar mengelilingi bumi yang membeku, dan perang antara gerbong ekor dan gerbong depan. Ini film panjang berbahasa Inggris pertama Bong Joon-ho sekaligus titik awal film Korea main di panggung global.
Sumbernya novel grafis Prancis, Le Transperceneige. Idenya lahir tahun 1970-an dan jilid pertamanya terbit 1984, tapi penulis dan ilustrator aslinya meninggal di tengah jalan, jadi komik ini diselesaikan oleh kreator pengganti. Konon Bong Joon-ho nemu komik ini di toko buku dan langsung baca sampai habis di tempat. Tapi yang diambil filmnya cuma dunianya. Tokoh utama di komik nggak memberontak, dia malah dipanggil ke depan. Bong bikin cerita baru total: di tahun ke-17 kereta berjalan, Curtis, pemimpin muda gerbong ekor, memimpin pemberontakan dan maju gerbong demi gerbong menuju Wilford, penguasa mesin. Bagian serunya justru belakangan. Kreator komiknya memasukkan cerita film ke kanon resmi: di dunia itu ada sekitar sepuluh kereta semacam ini, dan filmnya adalah kisah salah satunya. Komik lanjutan yang terbit setelah film bahkan dibuka dengan persembahan untuk Bong.
Skalanya belum pernah ada sebelumnya. Bujetnya sekitar 40 juta dolar, kira-kira 43,7 miliar won, film Korea termahal sepanjang sejarah saat itu. Diproduksi Moho Film, perusahaan milik Park Chan-wook, dengan CJ sebagai investor dan distributor. Di antara Chris Evans, Tilda Swinton, John Hurt, Ed Harris, dan Octavia Spencer, ada Song Kang-ho dan Go Ah-sung sebagai ayah dan anak perancang sistem keamanan kereta. Set dibangun di Praha dan syutingnya pakai film seluloid. Setelah film ini semua lab cuci film di Korea tutup, jadi Snowpiercer tercatat sebagai film komersial Korea terakhir yang direkam pakai seluloid. Tapi dengan standar Hollywood bujetnya tergolong menengah, jadi label film low budget itu berlebihan.
Cerita di balik layarnya seru banget. Chris Evans lagi numbuhin janggut buat peran ini dan nggak mau cukur cuma demi sehari syuting tambahan Avengers, jadi di adegan post-credit shawarma yang terkenal itu dia pakai prostetik dan nutupin rahangnya pakai tangan. John Hurt sendiri yang minta Bong bikin gosa, ritual keberuntungan ala Korea, sebelum syuting; karena ada aktor anak-anak, kepala babi tradisional diganti foto babi di tablet. Protein block yang dibagikan ke gerbong ekor sebenarnya jeli dari rumput laut dan gula, dan hampir semua pemain langsung melepehnya begitu take selesai. Yang paling doyan justru Tilda Swinton, pemeran Menteri Mason yang menindas gerbong ekor.
Buat penonton Korea, ini juga film yanggaeng. Protein block-nya mirip banget sama yanggaeng, jeli manis kacang merah, jadi waktu tayang orang iseng nyuruh temannya nonton sambil ngemil yanggaeng. Pas terungkap bahan asli block itu, banyak yang langsung bengong dengan yanggaeng di tangan. Sampai ada berita penjualan yanggaeng naik, dan kios camilan bioskop ikut menjualnya. Di Infinite Challenge, Park Myung-soo bahkan mengusulkan parodi bernama Tteokguk Express.
Di Korea filmnya ditonton sekitar 9,35 juta orang, berhenti tepat sebelum garis sakral sepuluh juta penonton, dan pendapatan globalnya sekitar 87 juta dolar. Bong meraih Sutradara Terbaik di Blue Dragon Film Awards dan Baeksang Arts Awards. Respons luar negeri lebih heboh lagi: Stephen King nyuruh semua orang langsung ke bioskop, dan Christopher Nolan menyebutnya film Korea favoritnya. Brad Pitt jadi fans Bong gara-gara The Host dan Snowpiercer, yang akhirnya membawanya ikut memproduseri Okja dan Mickey 17. Basis penggemarnya di Amerika cukup kuat sampai dibuat ulang jadi serial TV.
Yang paling penting, Snowpiercer adalah cetak biru gaya khas Bong: menunjukkan kelas sosial lewat ruang. Hierarki horizontal gerbong depan dan belakang, enam tahun kemudian berubah jadi hierarki vertikal di Parasite, rumah mewah di atas bukit lawan banjiha, rumah semi-basement. Film ini sudah memadatkan ke satu kereta perasaan yang kelak dinamai anak muda Korea dengan istilah sendok emas dan sendok tanah. Setelah Parasite menang Best Picture, ekonom Thomas Piketty menyandingkan kedua film itu dan menyarankan semua orang nonton Snowpiercer. Dialog favorit Park Chan-wook adalah ajakan untuk membuka pintu di samping. Mungkin terus maju ke depan bukan satu-satunya jalan keluar, dan itulah pertanyaan yang ditinggalkan film ini.