decodeK

Skandal Burning Sun

Kejadian2019-01KriminalPeradilanGuncangan industri

Laporan pemukulan di sebuah klub Gangnam akhir 2018 melebar jadi penyelidikan narkoba, kejahatan seksual, perekaman ilegal, dan kongkalikong polisi. Beberapa selebriti divonis bersalah, dan satu bab K-pop generasi kedua tertutup di sini.

Awalnya kecil banget. Akhir November 2018, seorang pengunjung bernama Kim Sang-kyo melapor dipukuli petugas keamanan di Burning Sun, klub di Gangnam. Dia bilang polisi yang datang malah memperlakukannya seperti pelaku, lalu terus membongkar ceritanya di media sosial. Klub ini sudah jadi sorotan karena satu hal: Seungri dari BIGBANG pernah bilang di acara variety kalau dia yang mengelolanya. Buat publik, ini ya klubnya Seungri.

Semuanya berbalik pada 26 Februari 2019. Beredar laporan soal chat tahun 2015 yang menunjukkan Seungri dan rekan bisnisnya seperti mengatur layanan seks untuk investor asing. YG Entertainment bilang pesan itu rekayasa. Dua minggu kemudian, polisi menyatakan grup chat itu memang ada dan nggak ada tanda-tanda diedit. Pengacara yang menyerahkan file aslinya, Bang Jeong-hyeon, bilang dia sengaja membawanya ke Komisi Antikorupsi karena nggak percaya polisi. Pagi harinya polisi sempat bilang chat semacam itu nggak ada, lalu buru-buru meralat. Malu banget.

Isi grup chat itu ternyata lebih besar. Para anggotanya menyebut seorang 'kepala polisi' yang melindungi mereka, dan istilah itu jadi teka-teki satu negara. Penyelidikan akhirnya menunjuk Superintendent Yoon Kyu-geun, yang pernah ditugaskan di kantor kepresidenan. Lalu pada 11 Maret terungkap bahwa penyanyi Jung Joon-young membagikan video perempuan yang direkam diam-diam di grup yang sama. Bagian ini dikenal terpisah sebagai kasus grup chat, tapi di lapangan keduanya diselidiki sebagai satu paket.

Dalam seminggu, peta industri berubah. Seungri mengumumkan pensiun pada 11 Maret dan YG memutus kontraknya tanggal 13, perubahan member pertama dalam sejarah BIGBANG. Anggota grup chat lain ikut keluar: Choi Jong-hoon meninggalkan FTISLAND, Yong Jun-hyung keluar dari Highlight, dan Lee Jong-hyun keluar dari CNBLUE bulan Agustus. Saat penyelidikan melebar, penggunaan sabu oleh Park Yoo-chun dari JYJ juga terbongkar. Presiden dan perdana menteri sampai turun tangan meminta penyelidikan tuntas, jadi jelas ini udah bukan sekadar berita gosip.

Dari sisi klub, ceritanya juga panjang. Penyidik menelusuri asal Burning Sun ke pesta ulang tahun Seungri di Palawan, Filipina, Desember 2017, saat dia menyewa satu resor penuh. Pesta itu sekaligus jadi ajang presentasi ke investor, dan klubnya buka dua bulan kemudian. Muncul juga dugaan klub didaftarkan sebagai restoran biasa supaya pajaknya lebih kecil, sampai dugaan narkoba di ruang VIP. Yang Hyun-suk, pendiri YG, yang juga ditekan soal dugaan narkoba mantan member iKON, akhirnya mundur dari kursi pimpinan agensi.

Akhir ceritanya ditulis di pengadilan. Jung Joon-young dan Choi Jong-hoon divonis final lima tahun dan dua setengah tahun penjara, antara lain karena kekerasan seksual berkelompok dan menyebarkan rekaman ilegal. Seungri, yang saat itu sudah wajib militer, diadili di pengadilan militer. Tahun 2022 Mahkamah Agung menguatkan hukuman satu setengah tahun penjara untuk dakwaan seperti mucikari dan judi kebiasaan, dan dia bebas Februari 2023. Sementara itu Superintendent Yoon lolos dari tuduhan suap, dan kritik soal penyelidikan setengah hati nggak pernah benar-benar hilang.

Jejak kasus ini lebih panjang dari putusan hakim. Istilah kejahatan seksual digital jadi kosakata sehari-hari di Korea, dan setelah gelombang MeToo, suara yang minta korban didengar makin kencang. Dokumenter BBC tahun 2024 mengungkap bahwa mendiang Goo Hara diam-diam ikut membantu membongkar kasus ini, dan itu bikin fans patah hati lagi. Episode Seungri di I Live Alone dihapus dari tayangan ulang, dan fans menggali lagi klip variety lama, menemukan tanda-tanda yang ternyata sudah ada sejak dulu.