decodeK

Kemenangan Tanpa Alas Kaki

Kejadian1998-07OlahragaKrisis IMFSentimen publik

Musim panas 1998, saat Korea Selatan lagi terpuruk karena krisis moneter, Pak Se-ri yang baru 20 tahun melepas kaus kakinya, masuk ke kolam, dan menjuarai US Women's Open. Satu adegan itu jadi "kita belum selesai" buat satu negara.

Konteksnya dulu. Krisis IMF yang meledak akhir 1997 bikin perusahaan tutup satu per satu dan banyak kepala keluarga kehilangan kerja. Pak Se-ri baru saja masuk LPGA sebagai rookie, dan di bulan Mei dia menang McDonald's LPGA Championship dengan memimpin dari hari pertama sampai terakhir. Dia baru rookie kedua dalam sejarah yang menang major dengan cara itu. Lucunya, dia kira turnamen itu cuma buat dapat tiket bebas kualifikasi US Women's Open, dan pas wawancara juara dia nanya balik, "Lho, ini major ya?" Wartawan langsung ngakak.

Legenda sebenarnya lahir bulan Juli. Di US Women's Open, Pak selesai 72 hole dengan skor sama dengan Jenny Chuasiriporn, pegolf amatir keturunan Thailand-Amerika, dan playoff 18 hole hari Senin pun belum bisa memisahkan mereka. Menjelang akhir playoff, bolanya nyangkut di tepi kolam. Ambil penalti dan drop memang aman, tapi hampir pasti cuma jadi runner-up. Dia malah lepas sepatu dan kaus kaki, masuk ke air, lalu memukul bolanya keluar. Kamera menangkap betisnya yang gosong kena matahari dan telapak kakinya yang putih banget. Dia menang setelah dua hole sudden death: total 92 hole, duel terpanjang dalam sejarah turnamen itu. Di Korea, momen ini disiarkan langsung pagi 7 Juli.

Kenapa sepasang kaki bisa seberarti itu? Karena timing. Bareng Park Chan-ho yang lagi main di Major League, Pak jadi bukti buat orang-orang yang lagi putus asa bahwa bertahan itu ada hasilnya. Iklan layanan masyarakat pemerintah untuk 50 tahun berdirinya republik memakai adegan kolam ini dengan lagu "Sangnoksu" (Pohon Hijau Abadi), dan sampai sekarang klip itu yang selalu diingat orang soal era tersebut. Pak sendiri waktu itu di Amerika dan nggak pernah lihat iklannya. Dia baru nonton setelah pensiun, dan di acara talk show 2021 dia ngaku sempat mengira lagunya dibuat khusus buat dia.

Seberapa nempel di kepala orang Korea? Sampai-sampai kuis TV pernah nanya kaus kaki mana yang dia lepas duluan. Kalau golf muncul di variety show, pasti ada yang lepas kaus kaki buat niru adegan ini. Di Gongju bahkan ada patung dia lagi swing tanpa alas kaki. Agensinya waktu itu Daesung Planning (sekarang DSP), rumahnya SECHSKIES dan Fin.K.L, dan bosnya rajin banget mempromosikan kisah kaki telanjang ini ke wartawan lokal dan koresponden asing. Makanya zaman itu sempat ada berita dia "saudara angkat" Fin.K.L dan sahabatan sama Lee Hyori.

Tahun itu Pak menang empat kali dan dapat gelar Rookie of the Year LPGA. Tapi warisan terbesarnya adalah "Se Ri Kids": anak-anak perempuan yang nonton momen itu di TV lalu mulai pegang stik golf. Park In-bee bilang kaki putih itulah yang bikin dia serius main golf. Waktu generasi ini dewasa dan mulai borong gelar LPGA, pegolf wanita Korea jadi langganan papan atas dunia, dan di dalam negeri tur profesional wanita malah jadi lebih besar dari tur pria. Pak masuk LPGA Hall of Fame tahun 2007 sebagai orang Asia pertama, dan di Olimpiade Rio 2016 dia jadi pelatih yang nangis di pinggir lapangan saat Park In-bee meraih emas. Mau tahu kenapa Korea jago di cabang tertentu? Lanjut ke Cabang andalan Korea.

Di tahun 1998 yang sama, ekonomi yang hancur juga melahirkan hal yang beda total: PC bang dan pro gamer pertama. Generasi sekarang mungkin kenal Pak dari I Live Alone dengan masakan porsi jumbo dan mukbang-nya, tapi di balik itu ada gadis 20 tahun yang berdiri di dalam kolam.