golf (골프)
Di Korea, golf itu olahraga mahal yang identik dengan gengsi. Tapi kemenangan satu atlet bikin satu generasi berbondong-bondong ke lapangan, dan berkat screen golf, pemainnya ada di tiap sudut kota.
Semua dimulai dari Pak Se-ri. Tahun 1998, waktu Korea lagi terpuruk gara-gara krisis IMF, dia melepas kaus kakinya dan turun ke pinggir kolam rintangan buat memukul bola di US Women's Open. Kemenangan tanpa alas kaki itu jadi penghiburan buat satu negara. Setelahnya banyak orang tua yang ramai-ramai ngasih stik golf ke anak perempuan mereka, dan akhir 2000-an para 'Se-ri Kids' menyapu bersih LPGA, bikin golf putri jadi ikon di antara cabang andalan Korea. Di dalam negeri pun kebalik dari biasanya: total hadiah KLPGA naik sampai hampir dua kali lipat tur putra. Karena pemain Korea menang terus, tahun 2008 komisioner LPGA sempat mau mewajibkan tes bahasa Inggris buat pemain, tapi diserbu kritik dan akhirnya mundur. Cuma, di Olimpiade Tokyo 2020 dan Paris 2024 golf putri Korea pulang tanpa medali, jadi julukan 'terkuat di dunia' mulai jadi cerita lama.
Kalau mundur lebih jauh lagi, ada Yeon Deok-chun yang belajar golf sebagai caddie di masa penjajahan Jepang. Dia juara Japan Open 1941, tapi di catatan resmi namanya tertulis dengan nama Jepang. Baru tahun 2025, pas peringatan 80 tahun kemerdekaan Korea, nama dan kewarganegaraannya dibetulkan.
Masalah utamanya duit. Sekitar 70% wilayah Korea itu pegunungan, jadi bikin lapangan golf mahal banget, dan keanggotaan plus green fee-nya juga nggak murah. Satu set stik buat pemula aja bisa jutaan won. Makanya golf jadi simbol flex sekaligus panggung networking bisnis. Main golf bareng klien itu sama lumrahnya kayak hoesik, dan obrolan rahasia para bos di drakor biasanya terjadi di lapangan golf. Banyak juga yang sampai terbang ke Asia Tenggara atau Jepang biar main lebih murah.
Tembok itu dijebol screen golf. Stik dan sarung tangan dipinjemin, rame-rame sama teman bisa main murah, jadi dianggap hiburan yang worth it. Sejak akhir 2010-an, tempat latihan indoor juga berubah jadi simulator yang nunjukin jarak pukulan, arah bola, sampai rekaman ayunanmu. Waktu pandemi, karena nggak bisa ke luar negeri, lapangan golf lokal sempat laris manis, tapi sejak 2023 harga yang kelewat mahal bikin anak muda mulai pergi lagi.