
Choi Min-soo
Aktor yang mendefinisikan sosok cowok garang di drama dan film Korea era 90-an. Semua orang ingat dia sebagai Tae-su di Sandglass, padahal dia justru meledak lewat komedi dan di variety show dia mesin kutipan absurd.
Lahir tahun 1962, dia generasi ketiga keluarga aktor: ayahnya Choi Moo-ryong, bintang layar lebar 60-an, ibunya aktris Kang Hyo-sil, dan kakek-nenek dari pihak ibu, Kang Hong-sik dan Jeon Ok, juga pemain. Tapi masa kecilnya jauh dari enak. Orang tuanya pisah waktu dia masih bayi, dia dibesarkan nenek dari pihak ayah, dan baru ketemu ibu kandungnya pas kelas 2 SMA. Ayahnya cuma dia lihat sekali dua kali setahun sampai akhirnya putus sama sekali, dan waktu remaja dia kerja kasar buat biaya hidup. Meski begitu, dia bilang di TV nggak pernah sekali pun menyalahkan orang tuanya, dan itu alasan orang Korea menyebutnya berjiwa besar.
Dia debut di panggung teater tahun 1985 dan langsung jadi pemeran utama di film pertamanya, Son of God. Setelah menang aktor pendukung di Blue Dragon Film Awards lewat The Southern Army, yang bikin dia jadi bintang besar malah komedi: drama What Is Love dan film Marriage Story sama-sama meledak. Titik baliknya datang lewat peran preman tahun 1993, lalu tahun 1995. Di Sandglass produksi SBS dia jadi Tae-su bareng Ko Hyun-jung dan Lee Jung-jae, cerita yang melintasi era demokratisasi Korea. Rating-nya gila banget sampai katanya jalanan sepi dan orang buru-buru pulang tiap jam tayang, makanya drama ini dijuluki jam pulang ke rumah. Tahun yang sama dia menang aktor terbaik Blue Dragon lewat The Terrorist, ditambah grand prize SBS Drama Awards dan penghargaan akting TV di Baeksang Arts Awards untuk Sandglass. Bolak-balik jadi gangster dan pembunuh bayaran, fase ini sering disebut sebagai salah satu wajah awal noir Korea.
Dialognya di Sandglass, kira-kira aku pikir dengan begini aku bisa memilikimu, karena kamu wanitaku, jadi bahan tiruan wajib para komedian selama puluhan tahun. Mereka merendahkan suara dan menelan semua suku kata, dan parodinya begitu terkenal sampai banyak orang mengira aktingnya memang begitu. Padahal adegan aslinya kalem, kekuatannya cuma di tatapan mata. Dia tipe method actor yang katanya ikut berubah di dunia nyata: dapat peran pendiam, dia jadi pendiam; dapat peran kocak, dia ikut ceria. Dia dan Lee Byung-hun satu-satunya orang yang pernah menyapu penghargaan akting tertinggi di Blue Dragon, Grand Bell, dan Baeksang untuk TV maupun film.
Di variety show dia makhluk yang beda total. Kutipan seperti aku harimau berhati rusa, atau candaan lahir di bintang jauh di balik Andromeda, menyebar sebagai seri Choi Min-soo. Cerita dia membuka tutup pulpen pakai gigi di minimarket lalu pergi tanpa ambil kembalian dianggap legenda urban, sampai klip tahun 2006 saat dia bertahan di latihan gas air mata tanpa masker viral lagi dan orang sadar gayanya bukan gimmick. Belakangan dia ngaku rasanya hampir mati. Di Running Man tahun 2011 dia jadi hunter yang memburu member satu per satu, bahkan Kim Jong-kook pasrah menyerahkan name tag-nya, dan sebagai host SNL Korea tahun 2013 dia memparodikan karya-karyanya sendiri tanpa gengsi. Dia pemegang sabuk kendo dan keempat, dan penulis Kim Eun-sook pernah cerita waktu dia masih pemula, Choi santai bilang dia jago banget kendo. Baru lama kemudian dia sadar itu permintaan halus supaya ada adegan kendo. Tahun 2017 dia ikut King of Mask Singer cuma karena pengin dengar penonton teriak Min-soo hyung.
Kisah cintanya lebih drama dari dramanya. Di belakang panggung Miss Korea 1993 dia jatuh hati sama suara Kang Joo-eun, peserta keturunan Korea dari Kanada, ketemu lagi di stasiun TV seminggu kemudian dan melamar setelah tiga jam. Waktu dia pulang ke Kanada, Choi menghabiskan akhir pekan kosongnya dengan penerbangan pulang-pergi 34 jam dan tagihan telepon internasional lebih dari 10 juta won sebulan. Setelah menikah, di reality show keluarga si cowok garang justru yang cuci piring, jadi sopir, dan kena omel istri, dan penonton suka banget. Di MBC Drama Awards 2014 dia menolak penghargaan untuk Pride and Prejudice sambil menyinggung tragedi Sewol, yang bikin heboh sekaligus menuai kritik. Adegan makan malamnya bareng jaksa junior Choi Woo-shik di drama itu sampai sekarang masih beredar sebagai jjal.