hacheong dan pagyeon (하청과 파견)
Pabrik sama, kerjaan sama, tapi beda perusahaan, dan tiba-tiba gaji serta perlindungannya juga beda. Struktur ini ada di tengah hampir semua perdebatan soal buruh di Korea.
Hacheong artinya subkontrak: perusahaan yang dapat proyek (kontraktor utama) melempar sebagian atau seluruh kerjaannya ke perusahaan lain. Katanya berasal dari bahasa Jepang shitauke, makanya dokumen resmi lebih suka pakai hadogeup, dan perusahaan sekarang menyebutnya 'mitra kerja' biar nggak kerasa atas-bawah. Pagyeon, alias tenaga alih daya lewat agensi, sedikit beda. Agensi yang mempekerjakan kamu, tapi kamu kerja di dalam perusahaan lain dan ikut perintah mereka. Biasanya dipakai untuk posisi yang harus di lokasi, kayak lini produksi atau sekretaris, yang susah dipisah jadi kontrak tersendiri.
Alasannya ya duit. Karyawan tetap di perusahaan besar dapat tunjangan dan macam-macam benefit, dan kalau celaka biayanya besar buat perusahaan. Jadi kerjaan yang murah dan berbahaya turun ke perusahaan kecil dan penyedia jasa, dan di proyek konstruksi jadinya subkontraktor dari subkontraktor dari subkontraktor. Makin ke bawah, perusahaannya makin kecil dan gajinya makin tipis. Direktur perusahaan subkon yang membungkuk-bungkuk di depan staf junior kontraktor utama itu contoh gapjil paling klasik.
Yang paling menyakitkan kelihatan di kecelakaan kerja. Tahun 2016 seorang teknisi dari perusahaan rekanan meninggal saat memperbaiki pintu peron di Stasiun Guui, Seoul, dan tahun 2018 seorang pekerja subkon tewas di PLTU Taean. Kecelakaan Taean jadi pemicu langsung revisi UU Keselamatan Kerja dan lahirnya UU Hukuman Kecelakaan Berat. Dari situ muncul kritik bahwa bahaya ikut di-outsource.
Drakor bikin semuanya lebih kebayang. Rasa was-was karyawan kontrak di Misaeng, satpam dari agensi di pos jaga apartemen: semuanya cerita yang sama. Anak muda yang bertahun-tahun belajar buat tes PNS pada dasarnya lagi cari pintu keluar di sisi seberang sistem ini. Dan karena satu pekerja sendirian hampir nggak punya daya tawar, sering dibilang serikat pekerja justru paling penting buat pekerja subkon.