decodeK

The Wailing

Judul2016FilmOkultismeMisteri

Seorang asing asal Jepang muncul di desa terpencil, lalu warga satu per satu jadi gila dan mati. Film 2016 ini mencampur perdukunan dan Kristen, nggak pernah kasih jawaban pasti, dan jadi patokan film okultisme Korea.

Ini film panjang ketiga Na Hong-jin setelah The Chaser dan The Yellow Sea. Kwak Do-won jadi polisi Jong-gu, Hwang Jung-min jadi dukun Il-gwang, aktor senior Jepang Kunimura Jun jadi si orang asing, Chun Woo-hee jadi perempuan misterius Moo-myung, dan Kim Hwan-hee jadi Hyo-jin, putri Jong-gu. Filmnya dibuka dengan ayat dari Lukas soal murid-murid yang panik melihat Yesus bangkit. Iya, itu sudah petunjuk.

Premisnya begini. Di desa yang tenang, orang-orang yang tubuhnya penuh ruam tiba-tiba membunuh keluarganya sendiri. Polisi menyimpulkan ini keracunan jamur liar massal, tapi rumor bilang pelakunya orang Jepang yang tinggal di gunung. Waktu Hyo-jin mulai menunjukkan gejala yang sama, Jong-gu memanggil Il-gwang, dan film ini langsung melepas kulit thriller kriminalnya. Sekuens yang memotong bolak-balik antara ritual gut Il-gwang dan ritual si orang asing masih dianggap salah satu adegan terbaik di sinema Korea. Pemusik dan asisten di ritual itu adalah praktisi musok sungguhan.

Promosinya sengaja menyembunyikan unsur okultisme, jadi penonton yang datang tanpa info mengira ini film detektif sampai genrenya berbalik total di paruh akhir. Durasinya 2 jam 36 menit. Film Na biasanya dapat rating dewasa, tapi yang ini lolos 15 tahun ke atas, dan penonton ramai bertanya kok bisa. Na sendiri bilang agak kaget. Dia juga bercanda di wawancara bahwa ini film komedi, dan kalimat itu beneran jadi judul berita.

Beberapa dialognya jadi meme, terutama "mwosi jungheondi" (yang penting itu apa, sih?) dari Hyo-jin dan "dia sudah makan umpannya" dari Il-gwang. Dialek Jeolla yang kental bikin horornya terasa dekat dan nyata, walau kata warga lokal logat Hwang agak kurang pas.

Cerita di balik casting-nya seru. Awalnya Na membayangkan Ma Dong-seok sebagai Jong-gu dan Ryu Seung-ryong sebagai Il-gwang. Tapi di penginapan di Sokcho tempat dia menulis naskah, dia nonton New World di TV lalu memilih Hwang Jung-min. Untuk Moo-myung dia mau HyunA dari 4Minute dan sampai menawarkan langsung, tapi HyunA yang belum pernah akting menolak dengan sopan, dan Chun Woo-hee akhirnya lolos lewat audisi.

Judulnya bikin Kabupaten Gokseong yang asli di Jeolla Selatan ketar-ketir. Poster ditambahi aksara 哭聲 (suara ratapan), dan atas permintaan kabupaten, setelah kredit ada tulisan bahwa semuanya fiksi. Gokseong adalah kampung keluarga ibu Na dan tempat dia menghabiskan masa kecil. Plot twist-nya datang dari bupati, yang menulis kolom di koran lokal mengajak penonton film datang berkunjung, dan festival mawar di sekitar waktu rilis jadi ramai banget. Fakta seru: di era Goryeo, nama daerah itu memang ditulis 哭聲.

Produksinya obsesif. Syuting enam bulan mulai Agustus 2014, lalu pascaproduksi satu tahun dua bulan. Na menyesal pernah buru-buru merampungkan The Yellow Sea demi tanggal rilis, jadi kali ini dia nggak menetapkan tanggal dan terus menggarap sampai puas. Makanya nggak ada director's cut. Di diskusi para sutradara bareng Park Chan-wook, muncul cerita bahwa Bong Joon-ho sampai gangguan pencernaan setelah nonton potongan pertamanya. Naskah awalnya berakhir dengan si orang asing dan Il-gwang meninggalkan desa naik mobil yang sama, tapi adegan itu dipotong.

Rilis 12 Mei 2016, film ini langsung nomor satu di box office, balik modal dari bujet sekitar 10 miliar won dengan cepat, dan ditutup dengan sekitar 6,87 juta penonton, rekor terbaik Na. Film ini diputar di luar kompetisi Cannes dan menang Film Terbaik di Baeksang Arts Awards, Sutradara Terbaik di Blue Dragon Film Awards, dan Sinematografi Terbaik di Sitges. Kritikus terbelah: Lee Dong-jin kasih nilai sempurna dan Darcy Paquet menyebutnya film Korea terbaik lima tahun terakhir, sementara ada kritikus yang sampai bilang dia membencinya karena logikanya bolong.

Warisannya terus terasa. Waktu Exhuma karya Jang Jae-hyun tembus sepuluh juta penonton tahun 2024 (okultisme tembus sepuluh juta) dan horor okultisme Korea jadi genre laris, judul pertama yang disebut semua orang adalah The Wailing.