Jang Jae-hyun
Sutradara The Priests, Svaha, dan Exhuma, yang mengangkat genre okultisme, yang dulu hampir nggak ada di Korea, jadi film box office sepuluh juta penonton.
Dia besar di pedesaan Yeongju, Gyeongsang Utara. Lulus SMA, dia merantau ke Seoul, kebetulan lihat lokasi syuting film, dan langsung kepincut. Waktu wajib militer dia belajar lagi buat ujian masuk kampus, masuk jurusan film Universitas Sungkyunkwan di umur 24, dan di tahun ketiga sempat jadi guru di Namibia selama setahun lewat sebuah LSM. Di film komersial, dia belajar di tim penyutradaraan Masquerade.
Semua bermula dari film pendek tahun 2014, The 12th Assistant Deacon. Setelah berkali-kali ditolak pendanaan, film itu akhirnya jadi dan menyapu penghargaan festival, termasuk karya terbaik kategori horor di Mise-en-scène Short Film Festival. Setahun kemudian film itu dikembangkan jadi debut panjangnya, The Priests, film eksorsisme Katolik yang blak-blakan dan ditonton 5,44 juta orang. Duet Kim Yoon-seok dan Kang Dong-won berjubah pastor jadi omongan di mana-mana, dan Park So-dam yang memerankan gadis kerasukan langsung melejit.
Di Svaha (2019) dia banting setir: thriller yang menggabungkan simbol-simbol Buddha dengan pengejaran sekte sesat, dan dia mengaku terinspirasi The Da Vinci Code. Lee Jung-jae jadi pendeta yang memburu sekte, Park Jung-min jadi pemuda misterius. Dengan 2,39 juta penonton, ini hit terkecilnya, tapi justru meninggalkan fandom paling militan yang doyan membedah simbol.
Lalu datang Exhuma (2024): ahli fengsui, pengurus jenazah, dan dua dukun bersatu untuk memindahkan makam yang super angker. Choi Min-sik, Kim Go-eun, dan Yoo Hae-jin jadi pemeran utama, dan peran dukun Kim Go-eun yang menari dengan pisau di ritual gut benar-benar mengubah citranya. Pergantian genre di tengah film bikin penonton terbelah, tapi filmnya tetap laku 11,91 juta tiket, jadi film okultisme atau horor pertama yang tembus sepuluh juta. Dia pun menyabet Sutradara Terbaik di Baeksang Arts Awards dan Blue Dragon Film Awards. Chemistry para tokohnya rapat kayak film heist, jadi setelah rilis fanart dan fanfic-nya membanjir.
Cara kerjanya totalitas banget. Semua naskah dia tulis sendiri, dia menggali literatur dan menemui praktisi asli buat detail keagamaan, dan katanya semua tawaran adaptasi dia tolak. Sebelum menulis, dia keliling Korea mencari sendiri setiap lokasi, sampai nyetir sekitar 25.000 km setahun. Dia lebih percaya syuting praktis, set, dan properti daripada CGI, jadi filmnya memang nggak raksasa tapi punya nuansa lembap dan gelap yang khas. Judul sementaranya juga lucu: The Priests awalnya Babi Hitam, Svaha dipanggil Ghost, dan Exhuma disebut Mumi Korea sampai menjelang syuting.
Fans suka banget berburu motif yang berulang. Pihak yang melawan roh jahat identik dengan harimau, korbannya dengan babi. Di The Priests iblis dikurung di dalam babi; di Exhuma tim menyewa pekerja bershio babi dan menggelar ritual dengan bangkai babi, dan itu masuk akal karena babi memang sesajen klasik dalam perdukunan Korea. Dia juga selalu memilih pendatang baru untuk peran yang kerasukan, dan Park So-dam, Lee Jae-in dari Svaha, serta Lee Do-hyun dari Exhuma semuanya dapat penghargaan dari peran itu, makanya dia dijuluki pencetak bintang.
Dia sudah bikin film soal eksorsisme Katolik, Buddhisme, dan perdukunan, padahal dia sendiri penganut Protestan yang taat sampai jadi diaken di gerejanya. Katanya keluarga yang sangat religius dan masa kecil di desa membentuk cara pikirnya. Wajar kalau Korea, negara tempat banyak kepercayaan hidup berdampingan, terasa banget di film-filmnya.
Fans terus menagih Jang Jae-hyun Occult Universe, tempat pastor pengusir setan, pendeta, ahli fengsui, dan dukun muncul bareng. Cameo Lee David dari Svaha di Exhuma bikin harapan makin tinggi; Jang bilang itu bukan casting untuk universe, tapi tetap nggak menutup kemungkinan. Film okultisme Korea lain yang biasa disebut setara dalam pujian kritikus dan box office cuma The Wailing karya Na Hong-jin. Di luar layar dia maniak basket, julukannya CP3 dari Seongsu-dong karena idolanya Chris Paul, dan tahun 2025 dia mampir ke lokasi syuting Soju War untuk menyemangati Yoo Hae-jin lalu malah ikut cameo jadi wartawan atas usul Lee Je-hoon. Proyek berikutnya Vampir, film vampir yang terinspirasi Dracula.