Exhuma
Seorang ahli geomansi, seorang pengurus jenazah, dan dua dukun membongkar satu makam lalu membangunkan sesuatu yang harusnya tetap terkubur. Ini film okultisme pertama yang tembus sepuluh juta penonton di Korea.
Exhuma tayang 22 Februari 2024. Ini film panjang ketiga Jang Jae-hyun, sutradara yang sudah punya nama di horor okultisme Korea lewat The Priests dan Svaha, dan sempat diundang ke seksi Forum Berlinale. Ceritanya dimulai di Los Angeles. Dukun muda Hwa-rim (Kim Go-eun) dan muridnya Bong-gil (Lee Do-hyun) bertemu anak sulung keluarga kaya yang kena penyakit aneh turun-temurun, dan Hwa-rim langsung nangkep sumbernya: makam leluhur. Buat memindahkannya, mereka ngajak ahli geomansi terbaik Sang-deok (Choi Min-sik) dan pengurus jenazah Yeong-geun (Yoo Hae-jin). Masalahnya, makam itu ada di tanah yang sama sekali nggak boleh dipakai buat mengubur orang. Tetap aja digali, dan yang keluar adalah sesuatu yang nggak seharusnya keluar.
Bahan ceritanya hasil riset lapangan. Setelah Svaha, Jang keliling menemui asosiasi pemakaman dan ahli feng shui, belajar buat sertifikat pengurus jenazah, bahkan ikut lebih dari sepuluh kali pemindahan makam beneran. Dari situ dia dengar bahwa kebanyakan makam dipindah karena tanahnya dijual atau kena pembangunan, dan sebagian kecil karena makamnya memang salah dari awal. Ide menggali kesalahan masa lalu itulah benih film ini. Kepercayaan bahwa tempat leluhur dimakamkan menentukan nasib keturunannya satu akar dengan jesa, dan sepanjang film bertebaran pantangan sehari-hari yang udah mendarah daging buat orang Korea.
Adegan paling heboh adalah daesal-gut Hwa-rim. Gut asli bisa makan waktu sekitar empat jam, tapi di sini harus dipadatkan jadi lima menit. Kim Go-eun bolak-balik ke rumah dukun aktif Lee Da-young buat belajar mantra dan gerakan, latihan seharian, lalu syutingnya dikebut sehari pakai empat kamera. Mertua Lee, Go Chun-ja, mansin dengan pengalaman puluhan tahun, tampil sendiri sebagai nenek Hwa-rim. Choi Min-sik sampai bilang dia khawatir Kim bakal kenapa-kenapa di tengah take. Suara genderang, gong, dan nyanyiannya murni gugak, dan satu film yang santai aja menampilkan ritual dukun, sutra Buddha, dan ayat Alkitab sekaligus itu Korea banget, negara dengan agama yang campur-campur.
Penonton Korea nonton ulang gara-gara easter egg-nya. Nama keempat tokoh utama, Kim Sang-deok, Lee Hwa-rim, Go Yeong-geun, dan Yun Bong-gil, semuanya nama pejuang kemerdekaan asli. Pelat mobil Sang-deok ada angka 0815, mobil Hwa-rim 0301, mobil jenazah 1945, kode buat Gerakan 1 Maret dan Kemerdekaan. Makanya pas cerita belok ke luka masa penjajahan Jepang, film ini nyenggol perasaan lama dalam hubungan Korea dan Jepang. Waktu koin 100 won bergambar Laksamana Yi Sun-sin dilempar ke makam, netizen bercanda Choi dipilih karena pernah memerankan Yi di The Admiral: Roaring Currents. Aslinya tradisi itu pakai koin 10 won; tim cuma milih yang perak biar kelihatan di atas tanah.
Cerita di balik layarnya juga seru. Di peran okultisme pertamanya, Choi ngaku di You Quiz on the Block kalau dia sebenarnya nggak suka film horor dan nggak ngerti kenapa orang mau bayar buat ditakut-takuti. Tanah makam yang dia cicipi di layar ternyata bubuk kedelai premium campur Oreo dan Chic Choc yang dihaluskan. Tiap acara nonton bareng fans, dia dengan senang hati pakai topi dan aksesori pemberian fans, sampai foto "dandanin kakek" viral. Lee Do-hyun dipilih waktu masih pendatang baru, lalu meledak lewat The Glory selama syuting molor gara-gara pandemi. Adegan Yoo Hae-jin buka meja hwatu bikin banyak orang teringat Tazza, dan fans menjuluki mereka berempat Myovengers.
Box office-nya penuh rekor. Tanggal 24 Maret, hari ke-32, film ini tembus sepuluh juta dan jadi film okultisme pertama yang masuk klub cheonman, dengan total akhir 11.916.041 penonton. Rekor okultisme sebelumnya dipegang The Wailing dengan 6,87 juta. Di usia 43, Jang jadi sutradara Korea termuda yang capai sepuluh juta, persis setelah Kim Sung-su dari 12.12: The Day jadi yang tertua. Dua film itu sama-sama dipegang sinematografer Lee Mo-gae, jadi dia mencetak dua film sepuluh juta berturut-turut. Di Indonesia dan Vietnam, Exhuma jadi film Korea terlaris sepanjang masa, dan di Baeksang Arts Awards serta Blue Dragon Film Awards film ini sama-sama menang sutradara terbaik dan aktris terbaik untuk Kim Go-eun.
Film ini bahkan ninggalin kosakata baru. Pamyo, "membongkar makam", sekarang jadi slang buat ngorek postingan lama atau kontroversi yang udah dilupakan orang, dan kalimat "yang keluar itu sesuatu yang ganas" jadi meme. Wajah yang ditulisi sutra memicu tren nempelin huruf Hanzi di selfie. Karena sama-sama mengangkat perdukunan, film ini sering disandingkan dengan KPop Demon Hunters yang rilis di periode yang sama, dan di Jepang tayang Oktober 2024 dengan judul aslinya, 破墓/パミョ.