Korea menguasai Kejuaraan Dunia
Tim-tim Korea memborong gelar Kejuaraan Dunia League of Legends dan menjadikan Korea kiblat esports. Di sana, turnamen ini dijuluki 'Lol-dcup'.
Worlds adalah turnamen akhir tahun Riot Games untuk League of Legends yang digelar sejak 2011. Tim-tim terbaik dari tiap liga regional berebut mahkota musim itu, dan tiap edisi memecahkan rekor penonton serentak serta jam tonton sepanjang sejarah esports. Levelnya kayak Liga Champions: juara liga lima kali pun, kalau belum pernah juara Worlds, orang tetap bilang kepingan terakhirmu belum lengkap.
Julukan Koreanya punya cerita. Liga Korea LCK dulu bernama 'Champions', jadi sebutan 'LoL Champs' sudah terpakai duluan. Turnamen dunianya lalu disamakan dengan Piala Dunia dan jadilah 'Lol-dcup' (롤드컵). Caster dan pemain memakainya bertahun-tahun, tapi sejak Arab Saudi bikin Esports World Cup tahun 2024, nama resmi 'Worlds' makin sering dipakai.
Dominasi Korea dimulai 2013, saat SKT T1, sekarang T1, jadi tim Korea pertama yang memakai cincin juara. Setelah itu LCK mengangkat Summoner's Cup lima tahun berturut-turut. Tahun 2015 sampai 2017 finalnya perang saudara antartim Korea, dan di 2016 tiga dari empat kursi semifinal diisi tim Korea. Tim berbendera Samsung juga dua kali juara. Di masa inilah 'cara latihan ala Korea' mulai dipelajari di luar negeri seperti metode resmi, dan akarnya ada di PC bang dan generasi pertama pro gamer StarCraft.
Tapi ada plot twist. Di Worlds 2018 yang digelar di Korea, semua tim LCK tumbang di perempat final, dan LPL China menyapu 2018 dan 2019. DAMWON Gaming merebut kembali piala di 2020, DRX bikin keajaiban di 2022, lalu T1 juara tiga kali beruntun dari 2023 sampai 2025.
Pusat semuanya adalah Faker, pemain dengan gelar terbanyak (enam) dan penampilan terbanyak (sebelas). T1 dengan enam gelar juga tim tersukses. Tim juara dibuatkan skin atas nama pemainnya yang tinggal di game selamanya, dan katanya itu lebih memotivasi daripada hadiah uang. Sejak 2021 juara juga dapat cincin emas putih bertatah safir buatan bareng Mercedes-Benz, dan total hadiah naik sampai 5 juta dolar.
Worlds juga terkenal susah ditebak. Liga regional dapat patch terus selama berbulan-bulan, tapi Worlds dimainkan lebih dari sebulan dengan versi yang sama, jadi lawan punya waktu membedah meta dan menyiapkan counter. Unggulan belum tentu juara, dan analisis tim pelatih sama menentukannya dengan skill pro gamer. Makanya tim yang biasa saja di liga sering bikin kejutan di Worlds. Penontonnya pun beda: cosplay champion yang di liga biasanya baru muncul pas final, di Worlds sudah ada sejak babak awal.
Musiknya juga ikut jadi legenda. Imagine Dragons membawakan 'Warriors' untuk 2014, dan di 2023 NewJeans menyanyikan 'GODS'. Buat fans Korea, malam final itu hampir kayak hari raya: nonton bareng sampai pagi, kalau menang rasa bangga nasional meluap, kalau kalah forum langsung panas. Ini cara orang Korea menonton olahraga, cuma pindah ke game. Worlds bakal kembali ke Korea tahun 2027.