Larangan masuk Steve Yoo
Penyanyi paling top akhir 90-an ini ambil kewarganegaraan AS tepat sebelum jadwal wajib militernya, lalu pemerintah Korea melarangnya masuk. Setelah lebih dari 20 tahun gugatan, kasus ini masih jadi contoh paling jelas soal seberat apa wajib militer di Korea.
Yoo Seung-jun debut tahun 1997 dan menguasai akhir milenium lewat lagu dance kayak 'Na Na Na', 'Passion', dan 'Scissors'. Badan berotot, aura panggung kuat, jago ngocol di variety show: orang menjulukinya Dancing Machine. Karena rajin kegiatan sosial dan iklan layanan masyarakat, dia juga dapat julukan Pemuda yang Indah. Lagu utama album ketiganya, 'Passion', menang 12 kali di acara musik tahun 1999, dan di survei popularitas dia rebutan posisi puncak sama H.O.T. dan penyanyi balad Jo Sung-mo. Dia bahkan tampil di acara undian Piala Dunia 2002.
Awalnya cuma wawancara dadakan tahun 1999. Wartawan nungguin di depan rumahnya dan nanya soal wamil; dia jawab santai, 'Kalau memang harus, ya berangkat.' Besoknya muncul berita dia 'sukarela masuk Marinir'. Setelah itu dia sendiri beberapa kali bilang di TV kalau bakal wamil. Sebagai pemegang green card AS awalnya dia nggak wajib, tapi revisi undang-undang 2001 bikin dia masuk daftar. Agustus tahun itu, gara-gara saraf kejepit di tulang belakang, dia dapat penugasan layanan publik yang bisa pulang-pergi dari rumah.
Lalu plot twist. Dia menunda masuk dengan alasan keluarga, terus keluar Korea setelah tanda tangan janji bakal langsung pulang habis konser di Jepang dan jenguk keluarga di AS. Januari 2002, dia resmi jadi warga negara AS di Los Angeles. Korea nggak mengakui kewarganegaraan ganda, jadi kewarganegaraan Koreanya hilang, dan kewajiban militernya ikut hilang. Kementerian Hukum, atas permintaan badan wajib militer, melarangnya masuk. Waktu dia mendarat di Incheon bulan Februari buat konferensi pers, dia dipulangkan dari meja imigrasi. Sejak itu dia cuma sempat tiga hari di Korea tahun 2003 untuk melayat ayah mertuanya. Media Korea juga berhenti pakai nama Koreanya dan memanggilnya 'Steve Yoo'.
Kariernya pindah ke pasar berbahasa Mandarin, dan sejak 2015 dia menggugat soal visa. Tahun 2019 Mahkamah Agung bilang penolakan visanya cacat prosedur, tapi konsulat menolak lagi. Gugatan keduanya menang di Mahkamah Agung November 2023, waktu banding konsulat ditolak. Hasilnya? Ditolak lagi. Tahun 2025 dia mengajukan gugatan ketiga: di tingkat pertama dia menang soal visa, tapi bagian yang menggugat larangan masuk itu sendiri ditolak. Visa beda dengan izin masuk, dan larangan itu nggak pernah dicabut.
Kenapa fans baru perlu tahu? Karena kasus ini mengubah industri. Dulu wamil dianggap akhir karier buat idol cowok, dan cari pembebasan itu hal biasa. Setelah ini, suasananya berbalik. Moon Hee-jun mendaftar tugas aktif sendiri tahun 2005, Hyun Bin masuk Marinir, Song Joong-ki wamil di puncak karier, dan Kim Soo-hyun memilih tugas aktif padahal bisa layanan pengganti. BTS juga akhirnya masuk semua setelah debat pembebasan. Kehidupan militer idol sekarang jadi konten, dan gunbaekgi, masa vakum karena wamil, dijalani bareng fandom. Tahun 2004 bahkan dibuat jalur supaya pemegang izin tinggal permanen bisa wamil tanpa kehilangan statusnya, dan membuka riwayat wamil jadi wajib buat politisi serta hampir jadi kebiasaan buat selebriti.