
Kian84
Komikus yang nyasar ke reality show lalu jadi tokoh utamanya. Tahun 2023 dia menang Grand Prize ajang penghargaan hiburan MBC, orang pertama yang bukan selebriti yang pernah dapat.
Nama aslinya Kim Hee-min. 'Kian' diambil dari Gian-dong di Hwaseong, lingkungan tempat dia tinggal waktu kecil, meski huruf Hanja yang dia pakai beda dengan nama daerahnya. Orang Korea membacanya Gian-pal-sa, bukan 'Kian delapan puluh empat'. Dia besar di Suwon sebagai anak yang heboh dan susah fokus, sering dimarahi ayahnya yang PNS gara-gara nilai. Waktu SD dia bikin petasan dari bubuk mesiu seharga 5.000 won, dikasih ke sahabatnya sebagai kado ulang tahun, dan ledakannya kencang banget sampai polisi datang. Krisis IMF bikin ekonomi keluarganya ambruk sampai harus ngontrak, lalu setelah jatuh cinta sama Evangelion dan Princess Mononoke dia masuk kuliah seni lukis Barat. Kuliahnya nggak selesai.
Karier komiknya justru dimulai dari seragam. Mulai 2005 dia dua tahun wajib militer sebagai polisi antihuru-hara, dan pengalaman itu dia tuang ke webtoon debutnya tahun 2008, Nobyeongga, tentang anak-anak muda yang pegang tameng di tengah demo. Senior yang suka memukul, putus cinta, adrenalin brutal saat pembubaran massa, semuanya dia gambar apa adanya, sampai dijuluki 'bakat iblis'. Sesama komikus Lee Mal-nyeon bilang dia membacanya sambil terpukau, karena Kian bisa menangkap detail sekecil properti atau cara bicara. Kalau mau paham kenapa ini kena banget buat pembaca Korea, cek soal kehidupan militer.
Setelah itu dia pindah ke Naver Webtoon dan meledak lewat Fashion King, benar-benar sensasi di awal serialisasinya. Seri 'King' berlanjut ke Bokhak King dan Sports King, langganan rebutan peringkat satu di harinya. Tapi dia juga terkenal karena telat. Deadline sering banget lewat sampai editor pernah menahannya di kantor pusat Naver biar dia menggambar, dan pembaca ngamuk waktu ketahuan satu episode yang super pendek ternyata gara-gara minum, bukan sakit. Gaya realisnya yang suram dan bikin nggak nyaman selalu membelah fans webtoon.
Hidupnya berubah total tahun 2016 lewat I Live Alone. Waktu pertama muncul bulan Februari dia belum punya rumah dan tidur di ruang rapat Naver; mulai Juni dia jadi member tetap. Apartemen kosong melompong, baju lusuh, kelakuan yang nggak bisa ditebak, semuanya kebalikan dari hidup glamor artis, dan justru itu yang bikin dia pas banget di era acara observasi. Dia pernah menghancurkan dakbokkeumtang beku pakai sumpit dan talenan, lalu menyimpan sisa tulangnya di tas karena nggak mau buang sampah sembarangan, sampai Hwasa di studio jatuh dari kursi saking ngakaknya. Dia bagian dari 'Tiga Sekawan Konyol' bareng Lee Si-eon dan Henry, punya loveline iseng dengan Park Na-rae, dan menang duel fashion lawan Jun Hyun-moo. Puisi spontan berjudul 'Sangam' yang dia buat di hari Jun Hyun-moo dan Han Hye-jin mengumumkan pacaran bikin rating per menit tembus 19%, dan dia dapat julukan 'anak rating'. Di acara penghargaan 2017 dia keluar dari naskah dan malah menanyakan ibu kota Pulau Jeju, bukan Kanada, momen yang sampai sekarang masih dibahas.
Setelah menamatkan Bokhak King tahun 2021, sisi pelukisnya makin kelihatan. Dia menghabiskan delapan bulan untuk pameran tunggal pertamanya, dan Oktober 2022 diundang ke art fair di Saatchi Gallery, London. Di tahun yang sama acara jalan-jalan Taeeonan Kime Segyeiliju dimulai, dan gaya travelingnya yang nekat bareng Dex dan Pani Bottle bikin namanya makin besar; di I Live Alone dia bahkan menamatkan maraton. Puncaknya adalah daesang di MBC Entertainment Awards 2023 dari MBC, hasil naik tangga pelan-pelan sejak penghargaan best couple bareng Park Na-rae tahun 2017. Tahun 2026 dia menambah penghargaan variety pria di Baeksang Arts Awards, dan survei Gallup Korea 2024 menobatkannya sebagai komikus favorit orang Korea. Di sela-sela itu dia juga tampil di Infinite Challenge, jadi tamu You Quiz on the Block, dan jadi host SNL Korea.
Kontroversi juga nggak pernah jauh. Waktu adegan tokoh perempuan di Bokhak King dianggap metafora seksual, dia minta maaf dan merevisi adegannya; tahun 2019 organisasi hak penyandang disabilitas menuntut permintaan maaf publik soal caranya menggambar tokoh tuli, dan lagi-lagi dia merevisi dan minta maaf. Kasus ini sering disebut kalau orang membahas disabilitas di layar. Ditambah denda karena naik motor tanpa pelat nomor, jadilah label kontroversi attitude yang sempat menempel. Sebaliknya, tahun 2021 waktu acaranya menayangkan editan ala prank yang kesannya sengaja mengucilkan dia, penonton justru membela Kian dan mengkritik tim produksi.
Aktivitas siarannya dikelola AOMG. Julukannya 'pria yang hidup karena sudah terlanjur lahir', dan kata apa pun bisa jadi julukan asal ditempeli 84: Apple84, Wild84. Han Hye-jin pernah menyebutnya nebula yang belum punya nama. Dia orang yang sama di depan dan di belakang kamera, dan itulah yang membawa seorang komikus sampai ke Grand Prize.