Era variety show observasi
Tanpa game, tanpa misi, cuma kamera yang ngikutin seleb seharian. Format ini menguasai TV Korea di tahun 2010-an, pas banget dengan melonjaknya rumah tangga satu orang.
Konsepnya, tim produksi ikut campur seminimal mungkin dan kehidupan sehari-hari pemain ditampilkan apa adanya, mirip reality show versi Barat. Ngobrol di studio sambil nonton rekaman sudah ada sejak tahun 90-an, tapi genre ini baru meledak sekitar 2013 lewat Dad! Where Are We Going?, The Return of Superman, dan I Live Alone. Saat itu variety 'real' yang mengandalkan fisik seperti Infinite Challenge, 2 Days & 1 Night, dan Running Man mulai kehabisan tenaga. Lalu Na Young-seok dan timnya pindah ke tvN dan bikin Three Meals a Day serta Youn's Kitchen jadi fenomena, dan semua stasiun TV langsung berlomba bikin variety observasi sendiri.
Andalannya, I Live Alone, berawal dari pilot spesial Tahun Baru Imlek 2013 berjudul When a Man Lives Alone, lalu dapat slot reguler di MBC mulai 22 Maret tahun itu. Daya tariknya: seleb yang glamor ternyata hidup apa adanya di apartemen sendiri. Para pemain saling memanggil 'anggota pelangi' dan membawa Wilson, boneka beruang raksasa yang ada kameranya. Tiap orang merekam kesehariannya, lalu mereka nonton bareng di studio, jadi kamu dapat videonya sekaligus reaksi mereka. Masa jayanya datang di 2017 setelah Kian84 dan Park Na-rae jadi member tetap. Di MBC Entertainment Awards tahun itu, Jun Hyun-moo menang Daesang dan semua member kebagian piala. Janji Park Na-rae mau nikah sama Kian84 kalau dia menang Daesang jadi momen paling heboh malam itu. Di 2022, 'palm oil line' Jun Hyun-moo, Park Na-rae, dan Lee Jang-woo bikin acara ini panas lagi.
Buat stasiun TV, variety observasi itu paling hemat. Nggak perlu set khusus, cukup pasang kamera di rumah pemain dan tambah satu dua VJ kalau mereka keluar. Waktu pandemi dan produksi serba terbatas, kelebihan ini makin kerasa. Bintang tamunya juga bisa siapa saja: aktor, penyanyi, atlet, komikus webtoon, sampai chef. Aktor yang dulu ogah tampil di variety karena takut kelihatan konyol sekarang cukup menunjukkan bagian hidup yang mereka mau. Karena setiap makanan, baju, mobil, dan liburan bisa disisipi PPL, KBS sampai bikin paket penjualan iklan khusus untuk variety observasinya.
Genre ini juga jadi cermin zaman yang lebih kesepian. Seleb yang tinggal sendiri makan delivery sambil melipat baju terasa dekat banget buat penonton yang sudah biasa makan dan minum sendirian. Karena adegan makan di restoran dan di rumah nggak ada habisnya, mukbang pun jadi bumbu wajib. Omniscient Interfering View bikin Lee Young-ja dan manajernya jadi bintang, sementara di My Little Old Boy para ibu menonton kehidupan anak-anak mereka yang sudah dewasa, seperti Kim Jong-kook. Acara seperti Hyori's Bed and Breakfast, yang mengikuti hidup tenang Lee Hyori di Jeju, juga lahir dari gelombang ini dan menunjukkan hidup setelah puncak.
Kritiknya juga nggak kalah kencang. Katanya acaranya berubah jadi ajang nongkrong para pemain, pamer santainya seleb kaya bikin penonton merasa minder, dan anak-anak masuk TV tanpa benar-benar memilih. Dibanding era variety yang penuh keringat, ada yang bilang para pemain dibayar buat nggak ngapa-ngapain. Waktu ditanya kenapa nggak pernah jadi MC variety observasi, Yoo Jae-suk bilang jujur saja rasanya seperti cari uang terlalu gampang. Penontonnya pun ikut menua. Ketika Daesang SBS 2021 jatuh ke kubu My Little Old Boy, mengalahkan acara populer seperti Running Man, banyak yang melihatnya sebagai bukti siapa yang masih setia nonton TV. Anak muda pindah ke YouTube, tempat klip lama Infinite Challenge beredar jadi meme, dan stasiun TV disindir cuma mengisi jadwal dengan variety observasi dan trot. Tapi sampai sekarang belum ada format lain yang lebih murah dan aman untuk menggantikannya.