decodeK
Lee Chan-won

Lee Chan-won

OrangPenyanyiTrot

Penyanyi trot yang dapat gelar "Mi" di Mr. Trot, lalu jadi pria termuda yang menang Daesang KBS Entertainment Awards sendirian. Pengetahuannya soal trot segudang sampai dijuluki "Chan-tto Wiki".

Lahir di Ulsan tahun 1996 dan besar di Daegu sejak umur tiga tahun. Dari kecil dia ikut nyanyi kaset trot bareng ayahnya. Sekitar kelas 4 SD dia mulai latihan teknik cengkok khas trot, dan dua tahunan kemudian suaranya udah bisa belok sendiri dengan enak. Tahun 2008 dia muncul di acara lomba nyanyi amatir National Singing Contest sebagai bocah berkacamata yang buka salam dengan "hidup untuk trot, mati untuk trot". Waktu host legendaris Song Hae muji namanya, bocah ini jawab terima kasih pakai logat daerah yang kental banget. Dia ikut acara itu empat kali dari SD sampai kuliah, dan tahun 2019 menang juara utama. Pas SMA orang tuanya nggak ngizinin jadi penyanyi, jadi dia ganti mimpi jadi komentator olahraga dan latihan nyiarin baseball di rumah.

Semuanya berubah tahun 2020 waktu dia ikut Mr. Trot sambil cuti kuliah ekonomi di Universitas Yeungnam. Cover "Jintobaegi" di babak penyisihan dapat all heart paling cepat dan bikin studio heboh, dari situlah julukan utamanya "Chan-ttobaegi" lahir. Gaya nyanyinya yang medok dan penuh cengkok juga bikin dia dijuluki "suara cheonggukjang", kayak sup kedelai fermentasi yang aromanya kuat. Juri Jin Sung bilang suaranya suara emas yang nggak butuh guru lagi, dan Jang Yoon-jung bilang dia udah kayak penyanyi profesional. Karena nggak pernah les vokal, tim produksi katanya sengaja nggak ngirim dia ke pelatih dan biarin dia nyanyi gayanya sendiri. Mahasiswa ini ngalahin penyanyi profesional, masuk final, finis ketiga, dan jadi "Mi" (gelar kecantikan) pertama di acara itu, berdiri di samping juaranya, Lim Young-woong, di tengah kebangkitan trot.

Julukan "Chan-tto Wiki" muncul waktu dia hafal di luar kepala ulang tahun, kampung halaman, tempat kerja, sampai penyanyi favorit lawan-lawannya di death match. Katanya kalau ditanya seribu lagu trot, paling cuma satu yang nggak dia tahu. Tapi ya, di kuis acara varietas dia juga pernah grogi sampai waktunya habis, lebih dari sekali. Dia juga nggak cuma trot: nyanyi balada juga oke, dan piano yang dia mainin sejak umur lima tahun udah bisa buat ngiringin dadakan tanpa partitur. Dia jadi ketua OSIS di SD, SMP, dan SMA, dan pas SMP dia nulis di majalah sekolah kalau cita-citanya jadi MC.

Mimpi itu kesampaian hampir persis. Jadi MC Immortal Songs di KBS dan tampil di Fun-Staurant bikin dia dapat Excellence Award tahun 2022, Top Excellence Award tahun 2023, lalu daesang KBS Entertainment Awards tahun 2024. Dia pemenang usia 20-an pertama dalam 23 tahun, dan pria termuda yang menang Daesang sendirian di tiga stasiun TV besar. Onigiri yang dia bikin buat Fun-Staurant laku 500 ribu biji dalam empat hari, dan karena single pertamanya judulnya "Convenience Store", dia sampai jadi bintang iklan jaringan minimarket. Apa pun yang dia pakai di TV langsung sold out, makanya dijuluki "cowok sold out".

Sebagai penyanyi, "Convenience Store" ngasih dia menang pertama di acara musik tahun 2021, dan dia juga rilis "Such a Good Day" yang dia tulis dan komposisi sendiri. Tahun 2024 "Sky Trip" bawa dia menang pertama di Music Bank dan Show! Music Core berturut-turut.

Nama fandomnya CHAN'S, plesetan dari "chance" yang artinya saling jadi keberuntungan, dan warna resminya rose gold. Intinya adalah yang sering disebut fandom ibu-ibu, fans paruh baya yang di ulang tahunnya tahun 2020 ngumpulin lebih dari 233 juta won buat lembaga pendukung penyandang tunarungu. Ini contoh nyata seberapa besar donasi fandom di dunia trot. Fans juga nyingkat salam penutup suratnya, "aku sayang kalian hari ini, besok, dan selamanya", jadi "Onaeeonsa".

Fakta uniknya banyak. Dia fans garis keras Samsung Lions dan udah beberapa kali jadi komentator tamu dan penyiar KBO. Waktu diundang ke bilik siaran Jamsil tahun 2024, pas banget Samsung comeback dan dia pulang habis teriak-teriak girang, tapi siaran Lotte lawan Doosan tahun 2025 dikritik pedas karena salah aturan dasar. Dia latihan bahasa Korea standar sambil gigit pulpen, tapi logat Gyeongsang-nya masih keluar di kata kayak "Mister Trot" dan "Wanna One". Mata kanannya minus 12, jadi kalau dia nguap pas syuting, itu sebenarnya cara buat ngebasahin mata yang kering gara-gara lensa kontak. Lagu trot favoritnya "Because I'm a Man" dari Cho Hang-jo, rilis pas krisis IMF dan penuh luka diam para ayah pencari nafkah. Dia juga bangga cerita udah main kartu go-stop online lebih dari 110 ribu ronde, dengan win rate mentok di 48 persen.