O Yeong-su
Aktor teater senior yang lebih dari lima puluh tahun main di panggung, lalu mendadak terkenal di seluruh dunia di usia 77 sebagai pemain nomor 001 di Squid Game. Dia aktor Korea pertama yang memenangkan Golden Globe untuk akting.
Lahir tahun 1944 di Paju, di utara Seoul, nama aslinya Oh Se-gang. Waktu dia mulai berkarier, jadi aktor belum dianggap pekerjaan terhormat, jadi pakai nama panggung itu hal biasa. Keluarganya keturunan guru desa dari Haeju, tapi setelah ayahnya tewas di Perang Korea, kondisi ekonomi mereka merosot. Selesai wajib militer tahun 1967, dia diajak teman masuk kelompok teater dan mulai dari tukang bersih-bersih. Setahun kemudian dia debut lewat drama panggung Jalan-Jalan di Taman Siang Hari. Waktu teater saja nggak cukup buat hidup, dia sempat jadi pengisi suara di EBS. Demi meluluhkan mertua yang menentang pernikahannya, dia masuk Teater Nasional yang gajinya tetap, dan bertahan di sana dari 1987 sampai 2010.
Buat aktor teater generasinya, main di TV atau film dianggap mengkhianati idealisme. Jadi dia setia di panggung, dan selama puluhan tahun hampir nggak ada yang kenal wajahnya di luar dunia teater. Kalau muncul di layar, biasanya dia jadi biksu: biksu tua di film Spring, Summer, Fall, Winter... and Spring, atau biksu Wolcheon di drakor saeguk Queen Seondeok. Rambut cepak dan wajah tirusnya cocok banget sampai banyak penonton mengira produksi merekrut biksu sungguhan. Padahal dia sendiri nggak beragama. Di dunia teater reputasinya solid: dia menang Baeksang untuk akting panggung tahun 1994 dan menerima medali jasa budaya negara tahun 2019.
Semuanya berubah di musim gugur 2021. Di Squid Game garapan Netflix, dia memerankan Oh Il-nam, pemain 001, kakek rapuh yang ternyata jadi pusat plot twist terbesar serial itu. Kata gganbu, ikatan sahabat masa kecil yang dia bagi dengan Gi-hun yang diperankan Lee Jung-jae, langsung viral di seluruh dunia. Adegan episode 4 waktu dia naik ke puncak ranjang susun sambil memohon semua orang berhenti? Dia beneran takut ketinggian dan syutingnya pakai harness sambil gemetar sungguhan. Di Korea, netizen ramai minta dia jadi bintang iklan jaringan ayam goreng bernama Kkanbu Chicken, dan tawarannya memang datang. Tapi dia menolak karena nggak mau makna gganbu dalam cerita jadi murahan. Serunya peran ini ada di dua wajahnya: scene stealer yang ternyata arsitek seluruh permainan bertahan hidup itu.
Januari 2022, dia memenangkan Golden Globe untuk Aktor Pendukung Terbaik serial TV, pertama kalinya untuk aktor Korea. Maknanya makin besar karena setahun sebelumnya Minari dimasukkan ke kategori film berbahasa asing dan Youn Yuh-jung bahkan nggak dinominasikan. Tapi ada catatannya: Golden Globe waktu itu sedang diboikot karena skandal korupsi dan isu keberagaman, Netflix nggak ikut, dan dia baru tahu menang setelah ditelepon wartawan. Ucapannya masih sering dikutip: untuk pertama kalinya dalam hidup dia bilang ke dirinya sendiri bahwa dia orang yang lumayan, dan sekarang bukan lagi kita di dalam dunia, tapi dunia di dalam kita. Tahun itu juga, setelah malam besar serialnya di Emmy, video dia berjoget lagu Silk Sonic di afterparty ikut viral.
Bahkan setelah terkenal, dia nggak punya media sosial dan nggak punya agensi; putrinya yang mengurus jadwal. Ada akun Instagram yang mengaku miliknya sampai bikin sesama aktor ketipu, sebelum ketahuan itu akun fan. Di acara variety pertamanya, Hangout with Yoo, dia cerita alasan lain menolak iklan: takut jadi sombong karena status barunya. Episode itu jadi nomor satu di slot tayangnya. Dia juga rutin latihan palang sejajar sekitar 50 kali sehari sejak remaja, dan sempat melempar bola pertama di Korean Series 2021. Aktor berusia hampir 80 yang jadi wajah hit global terasa istimewa di negara yang sedang menghadapi penuaan penduduk. Tahun 2025 dia kembali lewat penampilan spesial di season 3.
November 2022, muncul berita bahwa dia didakwa melakukan pelecehan fisik terkait kejadian saat tur teater daerah tahun 2017. Dia membantah dan bilang cuma menggandeng tangan perempuan itu sambil menunjukkan jalan saat berjalan-jalan. Iklannya dihentikan, adegannya di film yang sudah selesai syuting dipotong semua, dan KBS melarangnya tampil. Maret 2024 pengadilan tingkat pertama menjatuhkan hukuman percobaan delapan bulan, tapi November 2025 pengadilan banding membebaskannya karena nggak ada bukti pendukung dan prinsip bahwa keraguan harus menguntungkan terdakwa. Pihak pelapor mengecam putusan itu. Jaksa mengajukan kasasi, tapi Juni 2026 Mahkamah Agung menolaknya, sehingga vonis bebas itu berkekuatan hukum tetap.