Gelombang tuduhan bullying sekolah
Awal 2021, postingan yang menuduh para bintang pernah membully teman sekolah menyebar dari dunia olahraga ke dunia hiburan dan menghentikan banyak karier. Ada yang terbukti, ada yang ternyata hoaks, dan gelombang ini meninggalkan pertanyaan besar soal siapa yang harus membuktikan tuduhan anonim.
Pemicunya voli. Februari 2021, kesaksian detail dari korban si kembar bintang voli putri Lee Jae-yeong dan Lee Da-yeong muncul beruntun dan terbukti benar, lalu semuanya meledak. Begitu satu orang berani bicara, korban lain ikut menulis, dan orang Korea menyebutnya versi bullying dari MeToo. Dalam sebulan, bisbol, basket, sepak bola sampai tinju ikut goyang.
Nyebrang ke dunia hiburan cuma butuh beberapa hari. Penyanyi Jin Dal-lae yang lagi ikut audisi trot mengaku dan mundur. Yang masuk lewat wildcard menggantikannya, Yang Ji-eun, malah jadi juara, plot twist banget di tengah demam trot. Untuk Hyunjin Stray Kids, agensinya bilang nggak semua klaim bisa dibuktikan, tapi memang ada sikap yang nggak dewasa, dan dia sudah ketemu langsung pihak terkait untuk minta maaf. Dia juga sempat mundur dari posisi MC acara musik. Soojin (G)I-DLE membantah, tapi tuduhan terus bermunculan, dia keluar dari grup dan kontraknya berakhir. Sampai sekarang kasus ini masih masuk kategori yang kebenarannya nggak pernah benar-benar jelas.
Di sisi lain ada nama-nama yang dituduh tanpa dasar. Chuu LOONA bersih setelah penuduhnya sendiri mengaku tulisannya dilebih-lebihkan dan palsu. Mingyu SEVENTEEN praktis rehat sambil menunggu klarifikasi, dan ujungnya cuma salah paham dari si penulis. Untuk Song Yunhyeong iKON, teman-teman seangkatan yang membuktikan diri pakai buku tahunan ramai-ramai membantah sampai postingannya dihapus. HyunA menulis bantahan panjang sendiri dan postingannya dihapus. Tuduhan ke JENNIE langsung kehilangan tenaga karena ceritanya nggak nyambung. Son Suk-ku langsung membantah tuduhan dari akun Twitter pada musim panas itu sebagai nggak berdasar. Di bisbol, dua pemain yang disebut bahkan lewat wawancara dengan nama asli divonis bebas di pengadilan tingkat pertama dan kedua, dan putusannya berkekuatan tetap.
Jadi gelombang ini punya dua wajah. Kekerasan yang lama terkubur akhirnya terbongkar, dan itu kemajuan nyata. Tapi kebanyakan tuduhan datang dari komunitas online anonim seperti Nate Pann, dan media sudah menulis berita sebelum ada verifikasi. Sekali nama kamu muncul, membantah dianggap merasa bersalah, diam dianggap nggak tahu malu, dan komentar jahat tetap berdatangan. Buku tahunan sekolah yang biasa jadi bukti bahkan dijual mahal di aplikasi barang bekas, yang bikin orang makin nggak percaya. Karena label itu susah lepas meski sudah terbukti nggak bersalah, isu ini nyambung juga ke kontroversi attitude.
Fandom juga terbelah. Fans internasional umumnya tetap mendukung, sementara banyak fans Korea memilih mode netral sampai agensi merilis pernyataan resmi. Hakpok terasa berat banget di Korea karena bullying di sekolah nggak dianggap masa lalu, tapi bukti karakter asli seseorang. Terlihat juga jurang generasi, beda jauh dari anggapan lama bahwa anak-anak memang tumbuh sambil berantem.
Aturannya ikut berubah. Pemerintah memutuskan atlet pelajar yang dijatuhi sanksi karena bullying dilarang ikut kompetisi 3 sampai 12 bulan tergantung beratnya sanksi, dan atlet SMA yang dikeluarkan kehilangan status atlet. Jalur masuk kampus lewat prestasi olahraga sekarang ikut menilai catatan bullying. Mulai 2022, pemain baru K League wajib menyerahkan surat pernyataan tidak punya riwayat bullying plus catatan sekolah. Di dunia hiburan, makin banyak kontrak yang memasukkan klausul ganti rugi berlipat dari biaya produksi kalau skandal bullying merusak proyek setelah syuting dimulai, dan kontrak idol juga bergerak ke arah yang sama.
Gelombang ini punya sebelum dan sesudah. Keluarnya Jay Park dari 2PM, saat beberapa kalimat yang ditulis semasa trainee bikin sang leader keluar dari grup, sering disebut sebagai contoh awal budaya menggali masa lalu. Musim gugur tahun yang sama, kasus Kim Seon-ho, ketika satu postingan anonim membekukan semua jadwal seorang aktor sebelum ceritanya berbalik, sekali lagi menunjukkan betapa dahsyatnya tuduhan anonim. Lalu setelah The Glory meledak di seluruh dunia, pengecekan riwayat bullying jadi langkah wajib sebelum casting.