
Cheap Coffee
Lagu debut Chang Kiha and the Faces: kamar kos yang lembap digambarkan lewat gumaman yang bukan nyanyi, bukan juga rap. Lagu ini membuktikan kamu nggak harus nyanyi bagus buat bikin lagu keren, dan membuka pintu skena indie lebar-lebar.
Single ini rilis tahun 2008 lewat label kecil Boongga Boongga Records, versi digitalnya keluar 13 Oktober. Isinya tiga lagu: Cheap Coffee, Let's Walk Slowly, dan Was There Really Nothing. Yang seru justru cara bikinnya. Personel band dan staf label membakar CD dan mengemasnya sendiri, benar-benar rekaman rumahan. Dari mulut ke mulut, penjualannya tembus 10.000 keping, angka yang jarang banget buat band indie. Pesanannya sampai nggak kekejar, jadi mereka beli mesin yang bisa membakar tujuh CD sekaligus. Sampulnya dibuat co-produser Najam Soo cuma dalam 30 menit, sehari sebelum rilis.
Musiknya gitar akustik dengan suara Chang Kiha yang rendah dan santai, kebalikan total dari hook song idol yang diulang-ulang di chart waktu itu. Bagian paling ikonik adalah gumaman panjang di tengah lagu, terinspirasi gaya setengah bicara David Byrne dari Talking Heads, idola Chang. Di konser, penonton sering baru sadar itu rap setelah bagiannya selesai. Lewat EBS Space Gonggam dan panggung festival, band indie dari Hongdae ini mendadak dikenal satu negara.
Liriknya suram banget: kopi suam-suam kuku, telapak kaki lengket di lantai vinil, penyerap lembap yang sudah penuh, kecoak lewat. Semua orang mengira ini lagu anak kos, padahal Chang sendiri belum pernah ngekos waktu menulisnya. Ia menulisnya saat jadi sersan yang sebentar lagi selesai wajib militer, panik mikirin hidup setelah keluar. Di wawancara tahun 2020 ia bilang kopi dan lantai itu datang dari masa wajib militer, waktu ia minum kopi sachet murah sambil disuruh-suruh atasan. Tetap saja, anak muda yang makan sendirian di kamar sempit merasa ini cerita mereka, dan sekarang lagu ini terbaca seperti gambaran awal rasa lelah yang kelak disebut Hell Joseon.
Di Korean Music Awards ke-6, lagu ini menang Song of the Year dan Best Rock Song, ditambah Chang menang kategori pilihan netizen, total tiga piala. Fakta seru: di daftar Song of the Year ajang yang sama, pemenang tahun-tahun berikutnya termasuk Gee dari Girls' Generation dan Good Day milik IU, jadi lagu indie anak kos ini sejajar dengan lagu idol legendaris. Para kritikus juga menobatkannya sebagai lirik terindah kedua di musik Korea periode 2000 sampai 2011. Infinite Challenge memparodikannya jadi 'Cheap Ad-lib' dengan Yoo Jae-suk sebagai vokalis. Sejak 2013, band ini selalu mencoba nyanyi bareng massal lagu ini di tiap konser tunggal, dan selalu gagal karena liriknya kebanyakan dan bagian tengahnya susah banget. Kegagalan itu sendiri sudah jadi hiburan.