Concrete Utopia
Gempa dahsyat meratakan Seoul, dan cuma satu gedung apartemen yang masih berdiri. Concrete Utopia adalah black comedy bencana tahun 2023 tentang apa yang terjadi saat para penghuninya mengunci pintu.
Disutradarai Um Tae-hwa dan rilis 9 Agustus 2023, film ini dibintangi Lee Byung-hun, Park Seo-joon, dan Park Bo-young. Sumbernya bagian kedua, "Tetangga yang Menyenangkan", dari webtoon Pleasant Outcast karya Kim Soong-nyung. Webtoon-nya horor tentang seseorang yang masuk ke apartemen yang sudah terlanjur aneh; filmnya justru mundur ke hari setelah gempa dan memperlihatkan bagaimana gedung itu bikin aturannya sendiri dari nol. Produksinya dipegang Climax Studio, tim di balik Hellbound dan D.P..
Latarnya Gedung 103 Apartemen Hwang-gung, kompleks berumur lebih dari 20 tahun yang untuk ukuran Seoul masih lumayan layak. Begitu ketahuan jadi satu-satunya apartemen yang masih tegak, para penyintas dari luar berdatangan, dan penghuni memilih Yeong-tak dari unit 902 (Lee Byung-hun) sebagai ketua lalu menutup gerbang. Aturannya singkat dan bikin merinding: apartemen milik penghuni, jatah makanan sesuai kontribusi, nggak ikut keputusan bersama berarti keluar. Min-seong dari unit 602 (Park Seo-joon) jadi kepala regu keamanan dan pelan-pelan makin dekat dengan Yeong-tak, sementara istrinya Myeong-hwa (Park Bo-young) makin cemas melihat perubahannya. Orang luar dijuluki kecoak.
Bagian yang paling nyelekit buat penonton Korea adalah dendam dengan kompleks sebelah, Dream Palace. Sebelum bencana, warga Dream Palace nggak mengizinkan orang Hwang-gung menginjak area mereka dan menolak zona sekolahnya dicampur. Jadi waktu Dream Palace runtuh dan penghuninya minta tempat, simpati warga Hwang-gung tipis banget. Namanya saja sudah sindiran: kompleks tua bernama istana kerajaan, sedangkan yang baru, dihuni sekitar tahun 2000, pakai nama bahasa Inggris yang keren. Lelucon ini baru kena penuh kalau kamu tahu di Korea nama apartemen praktis jadi peringkat kelas sosial. Buat yang pernah melihat tiap danji memasang pagar atau tetangga ribut gara-gara suara bising antar lantai, film ini lebih terasa seperti kenyataan yang dilebih-lebihkan sedikit ketimbang film bencana.
Judulnya pinjaman. Concrete Utopia juga judul buku nonfiksi tahun 2011 karya peneliti desain Park Hae-cheon tentang bagaimana apartemen jadi simbol kelas menengah Korea. Awalnya cuma judul sementara, tapi karena temanya pas banget, Um menghubungi sendiri penulisnya untuk minta izin. Terinspirasi cara buku itu menggambarkan apartemen seperti manusia, tim artistik memperlakukan tiap unit sebagai karakter sendiri. Mereka juga mempelajari dokumenter Collective Memories of Home tentang hari-hari terakhir kompleks Dunchon Jugong sebelum rekonstruksi, supaya dari perabot dan barang saja kamu bisa menebak siapa penghuninya. Sinematografer Cho Hyung-rae mengaku tata ruang apartemen Korea yang seragam adalah lokasi yang paling dihindari para DP, dan bilang setting tanpa listrik justru membuatnya bisa membangun kedalaman lewat cahaya.
Detailnya seru buat dibedah. Penghuni voting pakai batu baduk, karena baduk memang permainan membangun dan merebut "rumah", dan batu putih berarti setuju mengusir orang luar, sebab kejahatan sejati datang dengan wajah kebaikan. Simbol privilese datang dalam kaleng: persik kuning dan kepompong ulat sutra. Adegan Yeong-tak menghabiskan kuah kepompong itu sendirian digarap dengan sangat sengaja. Waktu ditanya penonton kenapa nggak ada yang makan Spam, Um menjawab Spam harus digoreng dan nasi instan butuh microwave, jadi dicoret; persiknya ada karena dia ingin memasukkan warna oranye favoritnya ke dunia yang serba abu-abu. Montase pembukanya dibuat tim program Modern Korea dari KBS, dan terselip satu shot kecil Yeong-tak muda bekerja di proyek pembangunan Hwang-gung. Kalau dulu dia bermimpi tinggal di sana, obsesinya sekarang jadi masuk akal.
Biaya produksinya 18,9 miliar won dengan titik impas 3,8 juta penonton. Film ini paling akhir rilis di antara empat film besar Korea musim panas 2023, setelah Smugglers, The Moon, dan Ransomed, tapi tetap langsung nomor satu di hari pertama. Tembus 3,8 juta di hari ke-40, jadi film Korea keempat tahun itu yang balik modal, dan ditutup dengan sekitar 3,85 juta penonton. Lee Byung-hun menyapu Aktor Terbaik di Grand Bell Awards dan Blue Dragon Film Awards, Um meraih Sutradara Terbaik di Blue Dragon, dan Film Terbaik Grand Bell jatuh ke film ini setahun setelah Decision to Leave. Film ini juga jadi wakil resmi Korea untuk Film Internasional Terbaik di Oscar ke-96, dan sutradara serta para pemain hadir di Toronto International Film Festival.
Nggak semua orang puas. Untuk film ensemble, banyak penonton menilai Myeong-hwa dan Min-seong terlalu datar dan cuma bikin gemas, sampai Um harus menjelaskan maksudnya di hampir setiap wawancara soal apakah karakter Park Bo-young memang menyebalkan. Um berasal dari tim penyutradaraan Park Chan-wook, dan setelah rilis Park datang langsung ke sesi bincang dengan penonton untuk mendukungnya. Film ini juga membuka semesta bersama "Concrete Universe" yang berlanjut ke Badland Hunters.