decodeK
I Saw the Devil

I Saw the Devil

Judul2010FilmThrillerPerdebatan

Agen intelijen yang tunangannya dibunuh berhasil nangkep si pembunuh berantai, lalu ngelepasin dia lagi, berkali-kali. Film 2010 yang bikin perdebatan soal seberapa sadis thriller Korea boleh jadi meledak ke permukaan.

Disutradarai Kim Jee-woon dengan naskah dari Park Hoon-jung, yang belakangan terkenal lewat New World. Lee Byung-hun jadi Kim Soo-hyun, agen pengawal, dan Choi Min-sik jadi si pembunuh Jang Kyung-chul. Soo-hyun cepat nemuin pelakunya, tapi nggak langsung ngabisin. Dia hajar sampai hampir mati, lepasin, buru lagi, terus ulang. Jang bukannya takut, malah menikmati lawan pertama yang setara sama dia dan balik nyerang. Yang bikin nagih: garis antara pemburu dan monster makin lama makin kabur.

Proses tayang di Korea aja udah kayak drama sendiri. Lembaga sensor dua kali ngasih rating "penayangan terbatas", yang artinya hampir nggak ada bioskop yang bisa muter. Revisi pertama motong adegan utuh sekitar sembilan menit, revisi kedua motong dikit-dikit sekitar satu setengah menit lagi. Baru sehari sebelum rilis dapat rating dewasa, jadi nggak ada pemutaran perdana buat umum. Kim malah bilang harusnya dia bikin lebih keras, dan ngibaratin versi potongnya kayak sushi yang wasabinya kurang. Versi tanpa sensor diputar di Festival Film Internasional Busan, karena festival boleh muter film rating terbatas.

Idenya lahir dari kolom komentar internet. Park Hoon-jung cerita dia baca komentar-komentar sadis di berita penangkapan pembunuh berantai, terus penasaran: orang yang puas baca hukuman itu dalam bentuk tulisan, masih puas nggak kalau lihat langsung di layar? Semua yang Soo-hyun lakuin ke Jang diambil dari komentar-komentar itu. Makanya kisah balas dendam ini nggak berakhir lega, tapi bikin nggak nyaman. Judul awal naskahnya Subtropical Night, tapi karena syuting mulai pas musim dingin, judulnya diganti.

Cerita di balik casting-nya juga seru. Choi Min-sik awalnya pengin jadi si pembalas dendam, tapi sutradara ngebujuk dia buat jadi pembunuhnya. Waktu promo Exhuma di You Quiz on the Block tahun 2024, dia ngaku peran itu berat banget: dia tahu darahnya palsu, tapi tiba-tiba baunya kerasa kayak darah beneran sampai mual dan syuting harus berhenti. Katanya Luc Besson milih dia buat Lucy setelah nonton film ini, dan di sana nama karakternya juga Mr. Jang.

Tanggapannya kebelah dua. Akting dan penyutradaraan yang dingin dipuji habis-habisan, tapi banyak kritikus bilang kekejamannya jadi tujuan utama. Kritikus Lee Dong-jin cuma ngasih dua bintang karena menurutnya film ini isinya cuma "bagaimana" tanpa "apa" dan "kenapa". Box office-nya juga berat: keluarga dan pasangan nggak mau nonton, dan di saat yang sama Inception lagi naik daun. Totalnya sekitar 1,85 juta penonton, belum balik modal, tapi film ini hidup lagi di pasar video dan streaming. Penghargaan tetap ngalir: Daesang film di Baeksang Arts Awards 2011, sinematografi, tata cahaya, dan musik di Blue Dragon Film Awards, plus Golden Raven di festival film fantastis Brussel dan penghargaan penonton di Gérardmer.

Di luar Korea, ini judul pertama yang disebut kalau kamu nanya film Korea paling sadis. Coba buka video reaksi adegan duel pisau di The Man from Nowhere, pasti ada aja yang ngerekomendasiin film ini di kolom komentar. The Weeknd bilang dia nonton film ini setelah Burning bikin dia jatuh cinta sama film Korea, dan dia suka. Hak remake Hollywood-nya udah terjual, tapi sampai sekarang belum ada kabar.

Koneksinya ke mana-mana. Gara-gara ada Choi Min-sik dan obsesinya soal balas dendam dan penebusan, film ini sering dibandingin sama Oldboy karya Park Chan-wook. Park, Bong Joon-ho, Kim Jee-woon, dan Ryoo Seung-wan akrab banget sampai punya geng yang dijuluki "Pamer dan Julid", dengan Kim kebagian pamer dan Park kebagian julid. Terus dialog Jang "lepas kacamatamu" jadi parodi nggak sengaja waktu Park Myung-soo ngomong persis sama ke Yoo Jae-suk di Infinite Challenge.