decodeK

Veteran

Judul2015FilmAksiChaebol10 juta penonton

Detektif yang pantang menyerah memburu pewaris chaebol yang merasa kebal hukum, di film aksi 2015 ini. Film ini ditonton 13,41 juta orang, dan satu kalimat sinis, 'eo-i-ga eomne' (nggak masuk akal), jadi frasa paling viral tahun itu.

Dirilis 5 Agustus 2015, ini film panjang kesembilan Ryoo Seung-wan. Seo Do-cheol, detektif unit investigasi metropolitan, tipe orang yang harus tuntas sampai akhir. Baru selesai menangani kasus besar, dia bertemu Jo Tae-o, pewaris generasi ketiga, dan langsung merasa orang ini dalang di balik nasib seorang sopir truk subkontraktor. Tekanan dari atasan dan ancaman 'nanti kamu celaka' berdatangan, tapi Seo jalan terus. Di atas kertas ini film polisi biasa, tapi karakter, dialog, dan racikan aksi plus komedi khas Ryoo bikin film ini seru dari awal sampai akhir.

Awal ceritanya asyik. Ryoo kelihatan kurus kering setelah syuting The Berlin File, jadi Hwang Jung-min mengajaknya bikin film yang heboh dan seru bareng teman-teman. Seo Do-cheol praktis ditulis untuk Hwang, dan dia sendiri bilang ini karakter yang paling mirip dirinya. Referensi asli Ryoo adalah Police Story-nya Jackie Chan. Draf awalnya soal membongkar sindikat pencurian mobil dan mafia Rusia, tapi setelah beberapa kali revisi arahnya pindah ke kejahatan chaebol, dan ide awalnya cuma tersisa di adegan pembuka penggerebekan penyelundup mobil bekas. Fakta kecil: ini satu-satunya film panjang Ryoo yang nggak ada satu pun karakternya mati.

Mencari pemeran Jo Tae-o itu susah. Banyak aktor menolak karena takut kehilangan kontrak iklan, tapi Yoo Ah-in mau, bahkan menyarankan agar Jo digambarkan sebagai orang jahat apa adanya. Kalimatnya soal gagang batu gilingan, 'eo-i-ga eomne', langsung jadi meme dan bahan parodi. Lucunya, nama gagang batu gilingan sebenarnya eocheoguni, bukan eoi, dan Ryoo sengaja menulisnya salah. Jo nggak pernah perlu peduli benar atau salah, jadi dia juga nggak peduli soal istilah yang tepat. Sekarang kalimat itu selalu masuk daftar dialog legendaris film Korea. Yoo Hae-jin memerankan Direktur Choi, tangan kanan Jo, dan Oh Dal-su jadi ketua tim Oh. Model Jang Yoon-ju debut film di sini, dan kalimat terakhirnya yang agak kaku tapi terasa nyata malah jadi adegan favorit.

Cameo yang paling sering dibahas adalah Ma Dong-seok. Awalnya dia disebut untuk peran Detektif Wang tapi jadwalnya bentrok, jadi dia muncul di ujung kejar-kejaran di Myeongdong sebagai pemilik toko alat tulis Art Box yang menghadang Jo. Munculnya cuma sebentar, auranya kayak pemeran utama. Setelah The Roundup meledak, fans ramai minta crossover, dan Ryoo bercanda menyesal nggak menjadikan Ma sebagai polisi. Adegan kejar-kejaran Myeongdong itu sebenarnya gabungan syuting di Myeongdong dan di jalan Seongan-gil, Cheongju.

Box office-nya gila. Musim panas itu ada Assassination dan Mission: Impossible, tapi film ini tetap nomor satu sejak hari pertama dan tembus sepuluh juta penonton pada pagi 29 Agustus. Ini film sepuluh juta pertama Ryoo, dan Hwang mencetak dua kali berturut-turut setelah Ode to My Father. Totalnya 13,41 juta, menyalip Assassination dan jadi film nomor satu 2015. Ini juga satu-satunya film sepuluh juta Korea yang judulnya kata serapan asing. Dengan anggaran bersih 9 miliar won, pendapatannya tembus lebih dari 100 miliar.

Ryoo bilang dia nggak menggambarkan orang tertentu dan menggabungkan beberapa kasus supaya siapa pun bisa geram, tapi penonton langsung teringat kasus kekerasan keluarga chaebol yang benar-benar pernah masuk berita. Itu sebabnya kata gapjil, penyalahgunaan kuasa oleh yang di atas, terus bergema lama setelah orang keluar bioskop. Film ini jadi patokan film polisi Korea di mana detektif menjatuhkan penjahat berkuasa dengan sangat memuaskan. China membeli hak cipta untuk remake berlatar Shanghai yang sukses, dan remake India juga diumumkan. Sekuelnya, Veteran 2, rilis sembilan tahun kemudian pada September 2024 dengan Jung Hae-in sebagai wajah baru.