jaesu (재수)
Jaesu artinya belajar setahun lagi buat ikut ujian masuk kampus sekali lagi demi kampus yang lebih bagus. Sekitar 20 sampai 30% mahasiswa baru di kampus-kampus Seoul masuk lewat jalur ini.
Nambah setahun disebut jaesu, dua tahun samsu, lalu sasu, osu, cuma angka depannya yang ganti. Mulai percobaan ketiga, orang nyebutnya "N-su" atau "jangsu" (jangka panjang), dan di slang pejuang ujian juga disebut "+1". Kalau kamu tetap terdaftar di satu kampus sambil diam-diam ikut Suneung lagi, itu namanya bansu. Di ujian tahun 2022, lulusan tahun sebelumnya mencapai 30,8% peserta, rekor tertinggi, karena jalur nilai diperluas, kuota kedokteran ditambah, dan COVID datang barengan.
Kenapa di Korea umum banget? Karena ada jalur jeongsi yang cuma pakai nilai ujian, jadi setahun ekstra bisa membalik hasil. Di Amerika atau Eropa, yang nilai SMA-nya nggak bisa ditulis ulang, orang-orang yang sama mungkin bakal ngincer pindah kampus. Di Korea mereka masuk bimbel khusus. Ditambah lagi kepercayaan bahwa gengsi almamater dan SKY bakal nempel seumur hidup. Datanya juga mendukung: di bahasa Korea, Inggris, dan matematika, rata-rata nilai standar lulusan lama sekitar 10 poin lebih tinggi per mapel dibanding siswa kelas 12. Di jalur kedokteran, ada omongan kalau baru sekali jaesu itu masih tergolong muda.
Panggung hidup jaesu ya di hagwon. Ada kelas terpadu yang ngatur jadwal dari pagi sampai malam, akademi asrama tempat kamu tinggal dan cuma belajar, sampai akademi belajar mandiri yang cuma nyewain meja. Semua senior yang pernah ngalamin bilang hal yang sama: yang jago itu yang jaesu, bukan jaesu yang bikin jago. Apalagi itu tahun kamu umur dua puluh, pas minum, pacaran, dan begadang di PC bang tiba-tiba bebas semua, jadi bertahan aja udah perjuangan.
Jejaknya kebawa sampai kampus. Kamu bakal punya teman seangkatan yang satu atau dua tahun lebih tua, dan jadi bingung mau pakai panggilan apa. Makin ribet karena budayanya ngurutin senioritas pakai umur Korea, dan buat cowok, wajib militer bikin hitungannya makin kusut.
Ada juga plesetan kata. "Jaesu eopda" aslinya berarti "lagi sial", dan sekarang lebih sering dipakai buat bilang orang itu nyebelin. Tapi kalau dipasang jadi motto kelas 12 atau spanduk semangat Suneung, artinya berubah jadi doa: lolos sekali jalan, nggak usah jaesu.