decodeK
All of Us Are Dead

All of Us Are Dead

Judul2022DrakorZombiSekolah

Serial Netflix 2022 tentang anak-anak SMA yang terjebak di sekolah saat virus zombi menyebar. Sebelum zombinya datang, yang lebih dulu memojokkan mereka adalah perundungan dan orang dewasa yang pura-pura nggak lihat.

Awalnya ini webtoon karya Joo Dong-geun. Dimulai tahun 2008 di kanal amatir, naik jadi serial resmi karena ramai pembaca, lalu tayang di Naver Webtoon dari 2009 sampai 2011 sebanyak 131 episode. Tiap Rabu judulnya nongol di trending pencarian Korea, dan versi terjemahannya, termasuk bahasa Indonesia dengan judul School Attack, sudah punya pembaca di luar negeri jauh sebelum drakornya ada. Hak adaptasinya dijual tahun 2019, disutradarai Lee Jae-kyoo dan ditulis Chun Sung-il. Permintaan kreator aslinya cuma satu: nggak usah mikirin rating, bikin sesadis mungkin. Ini contoh klasik webtoon jadi gudang cerita dan jalur khas Korea dari teks ke komik lalu ke layar.

Latarnya SMA Hyosan di kota fiktif Hyosan. Semuanya bermula saat seorang murid digigit hewan percobaan di lab sains. Virusnya dibuat guru sains yang ingin anaknya, korban perundungan, jadi lebih kuat, jadi wabah ini ujung-ujungnya berakar dari kekerasan di sekolah. Itulah ide paling dingin di serial ini. Di webtoon, virusnya berasal dari dasar Laut Timur; versi drama memindahkan asalnya ke dalam kelas. Dengan seragam sekolah, Nam On-jo, Lee Cheong-san, Choi Nam-ra, dan Lee Su-hyeok berpindah dari kantin, kelas, perpustakaan, lab sains, ruang siaran, sampai atap demi bertahan hidup. Adegan wabah massal di kantin dan duel di antara rak buku perpustakaan langsung jadi favorit. Ada juga para 'pembawa', orang yang digigit tapi nggak pernah berubah sepenuhnya. Dan waktu tokohnya teriak 'Ini kayak Train to Busan!', penonton Korea ngeh: film itu juga ada di semesta ini.

Gerakan zombi yang lari kencang dengan sendi patah-patah dilatih langsung oleh koreografer yang dulunya aktor. Memilih wajah-wajah baru juga strategi yang disengaja. Park Ji-hu, pemeran On-jo, lahir tahun 2003 dan benar-benar masih kelas 11 saat syuting, sementara aktor awal 20-an seperti Yoon Chan-young, Cho Yi-hyun, Lomon, dan Yoo In-soo mengisi peran utama. Karena nggak ada bintang yang pasti selamat, kamu nggak pernah tahu siapa yang bakal digigit berikutnya. Serial ini menang Drama Hallyu Terbaik di Seoul International Drama Awards, dan Yoon Chan-young serta Park Ji-hu sama-sama dapat penghargaan pendatang baru di APAN Star Awards.

Seperti banyak cerita zombi ala Korea, kritik sosialnya blak-blakan: YouTuber cyber-wrecker yang nekat masuk zona karantina demi views, warga kota sebelah yang menolak pengungsi, politisi yang galau antara kepentingan sendiri dan kepedulian beneran. Murid-murid yang merekam pesan video sambil menunggu penyelamatan yang nggak kunjung datang, lalu bilang nggak mau percaya orang dewasa lagi, bikin banyak penonton teringat tragedi kapal Sewol. Lelucon di episode terakhir soal 'jalur masuk khusus zombi' menyindir tekanan ujian masuk kampus. Tapi tanggapannya terbelah: banyak yang merasa 12 episode kepanjangan, konfliknya muter-muter, dan dramanya terlalu mewek.

Angkanya gila-gilaan. Rilis 28 Januari 2022, serial ini langsung nangkring di peringkat satu serial global Netflix dan masuk Top 10 di sekitar 90 negara. Minggu pertamanya ditonton 124,79 juta jam, hampir dua kali lipat minggu pertama Squid Game dan hampir tiga kali Hellbound, rekor minggu pertama tertinggi untuk musim pertama di Netflix. Dalam 28 hari totalnya tembus 560 juta jam. Ini serial makhluk ketiga Netflix Korea setelah Kingdom dan Sweet Home. Musim keduanya sudah dipastikan dan dijadwalkan tahun 2027.