decodeK

ipsi (입시)

KataPendidikanSosialInti

Secara harfiah artinya semua proses masuk sekolah, tapi di Korea kalau orang bilang 'ipsi', maksudnya perlombaan masuk universitas. Di sinilah drakor biasanya menampilkan cinta dan kekerasan orang tua dengan wajah yang sama.

Awalnya singkatan dari 'ujian masuk', tapi sekarang artinya seluruh prosesnya: pendaftaran, nilai rapor, wawancara, sampai tes esai. Dua jalur besarnya adalah susi dan jeongsi. Susi menyeleksi lewat catatan sekolah, wawancara, dan esai; jeongsi lewat skor Suneung. Aturannya berubah hampir tiap tahun, jadi info tahun lalu sering nggak berguna lagi. Makanya keluarga yang mampu mengandalkan konsultan masuk kampus dan bimbel, dan kawasan tempat permintaan itu menumpuk adalah Daechi-dong di Seoul. Di hari ujian seluruh negara berhenti, bahkan pesawat ditahan selama sesi listening.

Ada skandal lama yang menunjukkan betapa ujian ini bisa mengguncang satu negara. Desember 1964, ujian masuk SMP di Seoul menanyakan bahan apa yang bisa menggantikan malt saat membuat yeot, permen tradisional Korea. Jawaban resminya diastase. Masalahnya, air perasan lobak juga bisa. Orang tua murid yang memilih air lobak dan gagal gara-gara selisih satu soal benar-benar memasak yeot pakai air lobak, lalu membawanya ke dewan pendidikan dan menyuruh pejabatnya mencicipi. Setelah digugat, pengadilan pada 1965 memerintahkan penolakan itu dibatalkan. 'Skandal air lobak' ini, ditambah kekacauan ujian lain empat tahun kemudian, akhirnya menghapus ujian masuk SMP selamanya.

Seleksi masuk kampus sepanas ini karena hasilnya nempel seumur hidup. Kampusmu jadi hakbeol, silsilah akademikmu, dan pemusatan segalanya di kawasan Seoul bikin persaingan makin sesak. Setelah hari sekolah selesai, murid pindah ke bimbel, study cafe, dan perpustakaan, hidup dengan jam tidur yang minim banget. Orang tua ikut doa subuh dan menjaga pantangan sehari-hari, misalnya nggak makan sup rumput laut sebelum ujian supaya anaknya nggak 'tergelincir'. Stres belajar sering disebut sebagai salah satu alasan remaja Korea termasuk yang paling nggak bahagia di OECD.

Drakor menggambarkannya hampir seperti horor. SKY Castle mengikuti keluarga kaya yang perang demi masuk kedokteran, dan konsultan masuk kampus super dingin yang diperankan Kim Seo-hyung jadi fenomena. Di drama yang sama, Yum Jung-ah jadi ibu yang rela melakukan apa saja supaya putrinya masuk kedokteran. The Penthouse mengubah seleksi SMA seni jadi medan perang ambisi, sementara Crash Course in Romance membalik dunia bimbel jadi rom-com antara tutor bintang dan pemilik toko lauk.

Pola yang sama muncul di tempat lain. Panahan, di mana lolos seleksi timnas katanya lebih sulit daripada menang Olimpiade, dan kompetisi musik klasik, tempat musisi muda Korea menang berturut-turut, sering dibaca sebagai perpanjangan ipsi. Ada juga teori kenapa cerita survival, di mana peserta gugur satu per satu dalam aturan yang ketat, laku banget di Korea: semua orang sudah pernah main game itu di sekolah.