decodeK

Yang diekspor formatnya, bukan acaranya

Kejadian2017-06Variety showEksporFormat

Yang dijual bukan episode jadi, tapi resepnya. Tim produksi di berbagai negara bikin ulang acara varietas Korea pakai bintang mereka sendiri, dan royaltinya mengalir balik ke Seoul.

Format itu intinya cetak biru sebuah acara: susunan pemain, aturan main, gimik panggung, gerak kamera, sampai ritme editing. Negara pembeli syuting ulang semuanya dari nol dalam bahasa mereka. Kalau drakor jualan naskah lewat hak remake, acara varietas jualan caranya. Ini beda dengan zaman gelombang Hallyu kedua, waktu acara jadi dikirim utuh cuma ditambah subtitle.

Pintu pertama dibuka Grandpas Over Flowers dari tvN. September 2014, NBC membeli formatnya, pertama kalinya acara varietas Korea menjual format ke jaringan TV Amerika. Versi AS-nya berjudul Better Late Than Never, dengan William Shatner, Henry Winkler, George Foreman, dan Terry Bradshaw sebagai para kakek, plus komedian Jeff Dye yang jadi tukang angkut koper keliling Asia. Fun fact: judul Inggrisnya plesetan dari Boys Over Flowers, cuma boys-nya diganti kakek-kakek.

Jackpot sebenarnya adalah King of Mask Singer dari MBC, dan cara acara ini sampai ke Amerika kayak adegan film. Seorang produser lagi makan di restoran Thailand di LA dan lihat semua pengunjung nggak bisa lepas dari layar TV. Yang ditonton? Versi Thailand acara ini. Begitu tahu aslinya dari Korea, dia langsung datang ke MBC dan teken kontrak, kontrak format pertama dengan AS untuk acara ini yang dibuat tanpa agensi. The Masked Singer tayang di FOX mulai Januari 2019, dan musim ketiganya dapat slot emas tepat setelah Super Bowl.

Versi Amerika cukup beda. Pesertanya pakai kostum seluruh badan, bukan cuma topeng, karena di negara multiras warna kulit saja bisa jadi petunjuk. Penampilannya cuma sekitar dua menit, lengkap dengan penari latar dan efek panggung. Sebenarnya kebanyakan versi luar negeri, termasuk Amerika, lebih meniru bentuk versi Thailand yang pendek dan heboh ketimbang versi asli Korea. Tapi haknya tetap dibeli dari Korea, dan di kredit akhir selalu tertulis bahwa formatnya buatan MBC. Indonesia sendiri sudah punya versinya sejak 2017, The Mask Singer Indonesia di GTV. Versi Jerman di ProSieben yang mulai Juni 2019 tayang live dengan voting SMS dan langsung juara di jam tayangnya sejak episode pertama, lalu Meksiko dan Belanda ikut di tahun yang sama. Totalnya format ini menyebar ke 58 negara, sejajar dengan Running Man sebagai ekspor Hallyu. Royalti inilah salah satu alasan MBC mempertahankan acaranya lama banget, bahkan saat hype-nya di Korea sudah turun.

CJ ENM menempuh jalur yang sama lewat I Can See Your Voice. Awal 2020, orang-orang FOX datang langsung ke CJ untuk beli haknya, dan acaranya tayang September tahun itu dengan judul yang sama, dipandu Ken Jeong yang juga juri The Masked Singer. Inggris, Jerman, Thailand, dan Indonesia juga ikut beli.

Acara observasi pun laku. Youn's Kitchen garapan Na Young-seok mengajak Youn Yuh-jung, Lee Seo-jin, dan Jung Yu-mi buka resto Korea mungil di Gili Trawangan, dekat Lombok. Yap, syutingnya di Indonesia, dan pada musim semi 2017 rating-nya nyaris menyamai rekor tertinggi acara varietas TV kabel. Teks di layarnya diam-diam menyelipkan curhat khas pemilik usaha kecil, dan penonton suka banget. Lalu Juni 2017, Hunan TV di China mengumumkan acara Chinese Restaurant dan tuduhan plagiat langsung meledak: lokasi resto di pinggir pantai, umur dan komposisi gender pemain, sampai sudut kameranya dibilang mirip. Kritik bahkan datang dari dalam China sendiri. Begitu format jadi duit, jiplakan tanpa bayar juga makin banyak. Kelanjutannya ada di Acara yang nggak ada kejadian apa-apa ternyata laku.

Di era streaming, taruhannya makin besar. Physical: 100, format survival, melebar jadi Physical: Asia di 2025, adu kekuatan antarnegara. Culinary Class Wars juga kena tiru pada Juli 2025: acara masak Tencent menjiplak adegan basi yang terkenal itu, camilan berlapis gula yang ditarik jadi benang, sampai ke gerak kameranya. Netflix menegaskan mereka nggak pernah menjual formatnya.